Angkasa Pura 2

Walikota: Percepat Proses Pelepasan Aset Pemkot Semarang Untuk Jalan Ke Bandara Baru Ahmad Yani

BandaraRabu, 24 Agustus 2016
images (7)

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta proses administrasi penggunaan lahan pemkot untuk akses jalan baru ke Bandara Ahmad Yani dipercepat.

Meski demikian, dia menuturkan proses tersebut tetap butuh waktu, karena pelepasan aset tanah milik Pemkot, harus melalui persetujuan DPRD.

Permintaan Hendrar Prihadi disampaikan saat meninjau proyek pembangunan akses jalan yang menyambungkan kawasan PRPP dengan bandara baru, Selasa (23/8). Jalan tersebut terputus sekitar 40 meter. PT Angkasa Pura I belum bisa melanjutkan, karena izin dari pemkot belum turun. Padahal pembangunannya ditarget selesai Desember 2016.

”Kami akan meminta Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) untuk mempercepat proses administasi. Apakah nanti asetnya dilepas atau ada skema lain akan diperjelas. Yang pasti, untuk melepas aset harus dengan persetujuan DPRD, jadi prosesnya agak panjang,” cetusnya seperti dikutip suaramerdeka, kemarin.

Dia menambahkan, Pemkot Semarang akan mendukung proyek perluasan bandara tersebut. Dia berharap, setelah proses administrasi selesai, proyek paket satu meliputi lahan dan akses jalan itu dapat diselesaikan tepat waktu.

Bentuk dukungan lain yang diberikan, adalah penataan ruas jalan menuju fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di kawasan pengembang. Jalan menuju bandara tidak boleh ada hambatan.

Dia mengemukakan Pemkot juga akan mendukung ketersediaan lahan seluas 1,8 ha, sebagai pendukung bandara. Pemerintah juga akan menghentikan reklamasi di sekitar bandara.

Reklamasi dapat mengganggu ekosistem, karena air laut tidak bisa mengalir. Kemudian reklamasi yang diiringi pembangunan gedung, juga akan mengganggu aktivitas pesawat di kawasan tersebut.

”Prinsipnya, kami mendukung percepatan proyek pembangunan bandara ini. Setelah akeses jalan selesai, operasional terminal baru pada April 2018,” ujarnya.
Administrasi

Sementara itu, Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara Ahmad Yani, Indah Prihastuti, menuturkan memang harus ada penyelesaian administrasi untuk melanjutkan pembangunan jalan tersebut.

Pasalnya, lahan jalan yang belum tersambung sekitar 40 meter, merupakan milik pemkot. Dia menjelaskan, pembangunan jalan ini harus rampung pada Desember 2016. (ray).