Angkasa Pura 2

Avsec Bandara Sepinggan, Karantina, Imigrasi & Bea Cukai Periksa Barang Jamaah

BandaraKamis, 25 Agustus 2016
IMG_20160825_135922_edit

BALIKPAPAN (Beritatrans.com) – Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Sultan Aji M.Sulaiman, Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) bersama petugas Custom (Bea Cukai), Imigrasi dan Qarantina (CIQ) melakukan pemeriksaan barang-barang bawaan jamaah haji asal Embarkasi Haji Balikpapan, Kamis (25/8/2016).

Pemeriksaan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan semua pihak, CIQ dan dibantu para tengas porter di Asrama Haji Balikpapan. Sementara, jamaah haji kloter 12 atau terakhir dari Balikpapan akan diterangkan ke Jeddah, Arab Saudi, Jumat besok pagi.

Pemeriksaan barang seluruh bagasi jamaah haji Embarkasi Balikpapan, dilakukan di Aula Asrama Haji kota terbesar kedua di Kaltim itu.

Empat jam sebelum terbang, seluruh bagasi jamaag harus sudah sampai Bandara Sepinggan. Sementara, pesewat kloter terakhir Balikpapan dijadwalkan take off jam 10.30 Jumat (26/82016) besok.

IMG_20160825_135950_edit

Empat Jam Sebelum Boarding

Seluruh barang bawaan jamaah yang akan dimasukan dalam bagasi, harus diperiksa satu-per satu. Jika ada temuan, seperti barang-barang berbahaya, senjata tajam, senjata api dan barang yang dilarang lainnya akan langsung dipisahkan.

Kemudian jamaah pemiliknya dipanggil dan diminta membuka sendiri tasnya. "Jika tak masuk kategori berbahaya, barang diminta masukkan lagi dan barang langsung diminta untuk mengemas dan proses bagasi dilanjutkan," kata Andhy Johan Senior Avsec AP I di Balikpapan, Kamis.

Menurut dia, setiap kloter rata-rata ada sekitar 20 tas bagasi penumpang yang dicurigai membawa barang-barang berbahaya atau dilarang masuk cabin.

Oleh karena itu, tambah Andhy, pihak Avsec harus memastikan semua barang bawaan calon penumpang harus selamat dan aman di penerbangan.

Memurutnya, tugas Bandara Sepinggan khususnya Avsec adalah memastikan seluruh barang dan penumpang aman dan selamat masuk cabin.

"Jika ditemukan barang-barang yang dicurigai, dibuka bersama dan mereka (CIQ) yang akan memutuskan barang itu diizinkan tidak masuk pesawat," tegas Andhy.(helmi)

loading...