Angkasa Pura 2

Hindari Sanksi: Hady Syahrean: Garuda Harus Terbang Tepat Waktu Pada Penerbangan Haji

Bandara KokpitKamis, 25 Agustus 2016
IMG_20160825_122613_edit_edit

BALIKPAPAN (Beritatrans.com) – Maskapai Garuda Indonesia bertekad melayani penerbangan jamaah haji baik phase I atau pemberangkatan atau phase II atau pemulangan ke Tanah Air.

“Garuda Indonesia harus bisa landing atau take off tepat waktu, sesuai slot yang diberikan oleh Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Jika tidak tepat, akan terkena sanksi denda,” kata kata Vice President SBU Umroh, Haji dan Charter Garuda Indonesia Hady Syahrean di Bandara Sultan Aji M.Sulaiman, Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (25/8/2016).

Menurutnya, Bandara King Abdul Azis akan memberikan sanksi pada maskapai yang take off/ landing tidak sesuai slot yang diberikan. “Datang lebih awal dari slot atau delay atau melebihi slot akan dikenakan sanksi denda,” kata Hady lagi.

Misalnya, lanjut dia, datang lebih awal satu jam dari slotnya atau melebihi slot yang ditetapkan kepada masing-masing maskapai. Semua salah dan akan terkena sanksi.

Denda 15 Ribu Real

“Pada phase I dikenakan denda 10 ribu Real, dan pada phase II akan dikenakan denda 15 ribu Real setiap takee off/ landing jika tidak sesuai slot yang diberikan,” tukas Hady saat dikonfirmasi Beritatrans.com, Kamis.

Untuk menghindari denda tersebut, menurut Hady, pihak Garuda Indonesia akan berusaha maksimal memberikan yang terbaik. OTP tetap tinggi dan pelayanan makin baik.

“Seluruh pesawat Garuda Indonesia harus take off/ landing tepat waktu. Jika tidak akan kena denda yang cukup berat,” papar Hady di dampingi Plt Otoritas Bandara Sepinggan Balikpapan Agus P dan manajemen AP I Balikpapan itu.

Denda tersebut, menurut Hady bukan hanya merugikan perusahaan secara ekonomi. “Tapi, citra kita sebagai maskapai penerbangan haji akan turun dan kalah dibandingkan maskapai lain di dunia,” sebut Hady.

Pada masa penerbangan haji, hampir seluruh maskapai di dunia melayani penerbangan haji dari dan menuju Tanah Suci Makkah.

“Saat itulah, Garuda Indonesia harus menunjukkan kinerja dan pelayanan yang terbaik. Kita harus bisa melakukan pelayanan dengan OTP tertinggi,” tegas Hady.(helmi)

loading...