Angkasa Pura 2

Koperasi TKBM Priok Siapkan Buruh Usia Di Bawah 45 Tahun Untuk NPCT One

DermagaKamis, 25 Agustus 2016
images-3

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok siapkan 50 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) untuk menangani petikemas di New Priok Container Terminal One (NPCT.1) Kalibaru.

Kriteria TKBM yang disiapkan sesuai dengan permintaan manajemen NPCT.1 antara lain usia di bawah 45 tahun dan berpengalaman dalam menangani petikemas, kata General Manager (GM) Koperasi TKBM Tanjung Priok, Sutejo kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans , Kamis (25/8/2016).

Sementara ini, tambah Sutejo, dalam menangani bongkar muat petikemas di NPCT.1 diberlakukan upah borong Rp 28 ribu/bok. Dari upah tersebut untuk buruh Rp 19 ribu/bok dan Rp 9 ribu sisanya untuk Koperasi TKBM. Karena NPCT. 1 tidak dikenakan uang anvragh atau HIK seperti di terminal lainnya.

BCH BELUM CAPAI STANDAR

Menjawab BeritaTrans.com, Sutejo mengakui produktivitas bongkar muat (Boxs/Crane/Hour-BCH) di NPCT.1 dalam ujicoba ke III pekan lalu baru mencapai 20 BCH atau masih dibawah standar Terminal Petikemas tangani kontainer impor/ekspor 25 BCH.

Tapi produktivitas tersebut sudah mendekati standar dibanding ujicoba sebelumnya. Rencananya NPCT One akan diresmikan operasinya 28 Agustus atau awal September ini.,

Sementara itu, Ketum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mendukung penuh keberadaan NPCT One. Karena dengan bertambahnya terminal petikemas impor/ekspor berarti petikemas internasional akan lebih menyebar dan mengurangi kemacetan.

Aptrindo berharap 5 terminal petikemas yang menangani kontainer internasioal (JICT, Koja, MAL, Terminal 3 dan NPCT One) nantinya bersaing dalam memberikan pelayanan.

Kalau itu dilakukan dapat mengurangi kemacetan, waktu inap kontainer di pelabuhan (dwelling time) menjadi lebih singkat dan diharapkan pada akhirnya dapat menurunkan biaya logistik, tegas Tarigan. (wilam)

← Artikel Sebelumnya
loading...