Angkasa Pura 2

Selamat: Avsec Bandara Sepinggan All Out Lakukan Pemeriksaan Barang Berbahaya Bawaan Jamaah Haji

Bandara KokpitKamis, 25 Agustus 2016
IMG_20160825_133109_edit

BALIKPAPAN (Beritatrans.com) – Koordinator Posko Haji Bandara Sultan Aji.M.Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) Selamat Riyadi mengatakan Avation Security (Avsec) Bandara Sepinggan melakukan upaya All out untuk melayani jamaah haji dan memastikan mereka clear sebelum boarding dan terbang ke Tanah Suci.

“Kita mengantisipasi sejak dini dan sosialisasi maksimal kepada calon jamaah haji agar tidak membawa barang-barang berbahaya (dengeraus Goods), barang yang dilarang untuk dibawa ke dalam pesawat atau membahayakan penumpang lainnya,” kata Selamat saat meninjau pemeriksaan barang bagasi Jamah Haji Kloter 12 Embarkasi Balikpapan, Kamis (25/8/2016).

Selain pemeriksaan ketat, penggunaan X-Ray dan seluruh barang bagasi dan jamaah harus melalui alat pemeriksaan metal detector tersebut. “Setiap kloter, minimal 16 personel avsec diturunkan untuk memeriksa jamaah haji ini,” tukas Selamat.

“Jika ada indikasi barang-barang aneh atau patut diduga berbahaya, akan langsung dihentikan dan diperiksa oleh petugas Avsec. Tapi, jamaah sendiri dilibatkan dan diminta membuka tasnya sendiri,” jelas Selamat.

IMG_20160825_135922_edit

Avsec Senior Bandara Sepinggan Andhy Johan mengatakan, setiap kloter selalu ada barang bagasi yang suspeect dan diperiksa fisik karena diduga membawa barang berbahaya.

“Jumlahnya antara 15-30 tas per kloter. Jika ada suspect, diambil, dicatat dan dipisahkan. Kemudian pemiliknya dipanggil untuk membuka sendiri guna memastikan tidak ada barang berbahaya di dalamnya,” aku Andhy lagi.

Tapi secara umum, menurut dia, jamaah haji Embarkasi Balikpapan cukup baik dan tertib. “Mereka tidak membawa barang berbahaya yang dilarang UU dibawa masuk pesawat,” sebut Andhy.

IMG_20160825_131049

Etalasi Barang Berbahaya

Selamat Riyadi menambahkan, pihaknya membawa etalasi kaca yang berisi barang-barang yang dilarang dibawa masuk pesawat, kecuali melalui bagasi. “Barang tersebit jika dibawa masuk ke kabin tidak boleh,” tukas dia.

Mereka antara lain, Palu, pisau, tang, obeng, korek api berbentuk pistol, gasper bermata pisau, lampu sentuh dengan dilengkapi strum listrik, senjata kejut dan lainnya. Selain itu juga bahan-bahan cair seperti baygon semprotan, minyak wangi ukurn besar, dan barang berbahaya lainnya.

“Etalasi ini kami bawa dan ditempatkan di depan X-Ray biar semua jamaah atau calon penumpang tahu, apa saja barang yang dilarang dibawa masukj ke kabin pesawat,” terang Selamat.

Dia menambahkan, ini barang-barang contoh, jadi bukan temuan dari penumpang. “Tapi sengaja kami siapkan agar penumpang khususnya jamaah haji Indonesia tahu dan tidak membawa barang ke dalam kabin pesaway yang dilarang UU,” tandas Selamat.

“Kami ingin, calon penumpang tahu, termasuk jamaah haji. Mereka tidak membawa barang yang dilarang UU untuk dibawa masuk ke pesawat terbang,” tegas Selamat.(helmi)

loading...