Angkasa Pura 2

Pemprov DKI Jakarta Batalkan Tiga Proyek Infrastruktur Jalan

KoridorSenin, 29 Agustus 2016
Proyek jalan

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membatalkan pelelangan sejumlah infrastruktur penting. Setelah membatalkan pembangunan 22 lokasi rusunawa senilai Rp2,5 triliun, Pemprov DKI Jakarta juga membatalkan pembangunan tiga paket pembangunan infrastruktur jalan.

Kepala Unit Layanan Pengadaan DKI Jakarta Andri mengungkapkan besaran nilai tiga proyek yang masuk dalam paket lelang konsolidasi tahun ini senilai Rp330 miliar. “Tiga proyek tersebut yakni pembangunan simpang tak sebidang Jl. Panjang senilai Rp154 miliar, pembangunan simpang tak sebidang Jembatan Tiga Pluit senilai Rp70 miliar serta pekerjaan terowongan bawah tanah (underpass) Santa senilai Rp106 miliar,” kata dia di Jakarta, kemarin.

Seperti dikutip laman bisnis.com, Andri menyebutkan, permohonan pembatalan telah disampaikan oleh Dinas Bina Marga pemerintah provinsi DKI Jakarta bulan ini. “Semuanya merupakan paket kontrak multiyears , paket lain tetap jalan, dan saat ini tengah masuk tahap lelang,” katanya di Jakarta, kemarin.

Padahal tahun ini proyek pekerjaan infrastruktur jalan di DKI dimulai kembali setelah tak dianggarkan pada 2015. Alasan utama yang membuat tak ada pelaksanaan pembangunan jalan adalah molornya pengesahan APBD DKI 2015.

Selain itu, APBD Ibu Kota pada tahun lalu yang berstatus peraturan gubernur (pergub) membuat proyek tahun jamak sulit dilaksanakan. Rencananya tahun ini pemprov DKI siap melelang sembilan proyek pembangunan infrastruktur jalan senilai Rp1,8 triliun. Kepala Dinas.

Sebelumnya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengatakan, tertundanya transfer dana bagi hasil pajak dari pemerintah pusat, akan menimbulkan banyak dampak bagi manajemen arus kas DKI. Diungkapkannya, APBD Perubahan DKI 2016 berkurang jumlahnya sebesar Rp4,6 triliun menjadi Rp62,3 triliun

Kadis Bina Marga DKI Yusmada Faizal mengatakan, proyek-proyek pembangunan tersebut terdiri dari lima pekerjaan terowongan bawah tanah (underpass) dan empat pekerjaan
jalan layang (fly over).

“Total anggarannya Rp1,8 triliun dengan skema pembiayaan tahun jamak selama dua tahun,” katanya Dia memaparkan, titik-titik pekerjaan terowongan bawah tanah yang direncanakan dibangun tahun ini, yaitu Kartini Jakarta Selatan (Pondok Indah—Lebak Bulus), Santa Jakart Selatan (Tendean—Wolter Mongonsidi), Kuningan Jakarta Selatan (Kuningan—Mampang Prapatan), dan Pramuka Jakarta Timur (Pramuka—Salemba).

Sementara itu, titik wilayah yang di siap kan untuk pekerjaan jalan layang non-tol adalah Pancoran Jakarta Selatan, Jembatan Tiga Pluit Jakarta Utara, Jalan Panjang Jakarta Barat, Bin taro Jakarta Selatan, dan Cipinang Lontar Jakarta Timur.(bis/helmi)

loading...