Angkasa Pura 2

AirNav Indonesia Tandatangani Kerja Sama Pelayanan Navigasi Penerbangan

BandaraSelasa, 30 Agustus 2016
Airnav ajee

JAKARTA (Beritatrans.com) – Perum Lembaga AirNav Indonesia Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia menandatangani kerja sama dengan TNI Angkatan Udara. Mereka sepakat untuk menggunakan fasilitas navigasi penerbangan bersama-sama, guna meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa.

Kerja sama ini dilakukan untuk mendukung peningkatan konektivitas di negeri ini, khususnya di bandara yang digunakan bersama oleh sipil dan militer (Enclave). Selain itu juga bentuk keseriusan dan komitmen untuk terus memperkuat pelayanan navigasi di bandara enclave, Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi Yurlis Hasibuan dengan Komandan Komando Pendidikan TNI Angakatan Udara (Kodikau) Marsekal Muda TNI Eko Supriyanto, S.E., MM, Panglima Komando Operasi TNI Angakatan Udara II (Koopsau II) Marsekal Muda TNI Dody Trisunu, dan Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I (Koopsau II) Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M.

Perjanjian kerjasama ini dibuat dalam rangka memperlancar kegiatan penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan yang meliputi pelayanan lalu lintas penerbangan (air traffic services), pelayanan telekomunikasi penerbangan (aeronoutical telecommunication services), dan pelayanan informasi aeronoutika (aeronoutical information services) yang dilaksanakan kedua belah pihak untuk mendukung keselamatan, keamanan, dan kelancaran penerbangan di Indonesia.

“Secara garis besar, tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan dalam penyelenggaraan navigasi penerbangan di bandar udara dan pangkalan udara yang digunakan secara bersama serta di ruang udara dengan mengutamakan keselamatan penerbangan dan pertahanan keamanan nasional” ujar Yurlis Hasibuan dalam sambutannya.

Sementara itu Panglima Komando TNI Angkatan Udara dalam sambutannya menyatakan bahwa dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, maka diperlukan koordinasi yang harmonis untuk memperlancar kegiatan operasional di bandar udara dan pangkalan udara yang digunakan secara bersama dengan didukung oleh Nota Kesepahaman sebagai payung hukum dalam pelaksanaannya.

AirNav Indonesia dan TNI AU sepakat untuk melakukan kordinasi pelaksanaan tugas diantaranya meliputi : 1. Kepentingan pertahanan dan keamanan Negara; 2. Penegakan hukum di wilayah udara; 3. Pertukaran data dan informasi penerbangan terkait a) Un-identified flight b) Perizinan (fligtht clearance / security clearance / flight approval / diplomatic clearance) 4. Keadaan contingency, 5. Rencana pengembangan pelayanan navigasi penerbangan, 6. Incident pelayanan navigasi penerbangan dan aircraft accident, 7. Peningkatan kompetensi personil navigasi penerbangan, 8. Peningkatan fasilitas navigasi penerbangan.

Di dalam perjanjian kerjasama ini kedua belah pihak telah sepakat untuk menggunakan fasilitas penerbangan pada bandar udara dan pangkalan udara yang digunakan secara bersama dalam rangka pelayanan navigasi penerbangan yang meliputi: alat komunikasi penerbangan, alat bantu navigasi, fasilitas pengamatan (surveillence), serta tanah dan bangunan penunjang pelayanan navigasi penerbangan dengan tetap memperhatikan kepentingan pertahanan dan keamanan militer dan military procedures dan juga memperhatikan keselamatan dan kelancaran operasi penerbangan sipil. Selain itu kerjasama juga meliputi peningkatan SDM navigasi penerbangan. (helmi)