Angkasa Pura 2

ATC Adalah Profesi Bergengsi Tapi Berat Tanggung Jawabnya

SDMSelasa, 30 Agustus 2016
Ahmad Azizi IATCA

TANGERANG (Beritatrans.com) – Air Traffic Controller (ATC) adalah profesi bergengsi dan pintar sekaligus mulia. Pesawat terbang dengan seluruh penumpangnya harus tunduk pada perintas seorang ATC. Tapi ingat, dibalik semua itu ada tugas dan tanggung jawab yang berat di pundak seorang ATC.

“Fungsi keselamatan pesawat mulai persiapan terbang (pre flight) sampai berhasil landing di bandara tujuan menjadi tugas dan tanggung jawab ATC,” kata Humas IATCA (Indonesian Air Traffic Controller Association) Ahmad Izazi pada acara IATC Goes To STPI, Selasa (30/8/2016).

Itulah sebabnya, lanjut Izazi, seorang ATC itu harus pintar, pandai berkomunikasi dan sekaligus bekerja sama baik sesama ATC, dengan pilot dan pemangku kepentingan yang lain.

“ATC professional harus menguasai kemampuan teknis sebagai seorang ATC dan didukung kemampuan nonteknis termasuk kemampuan bergaul, berkomunikasi dengan baik dan benar,” jelas Izazi lagi.

Sebagai pengurus teras IATCA, kata Azizi, memang tidak semua ATC menjadi anggtota IATCA. Tapi, salah satu tugas IATCA adalah ikut menjaga dan memerjuangkan nasib dan kesejahteraan anggotanya.

“Jiwa seorang ATC sejati, akan tetap ada bahkan sampai mereka meninggal. Oleh karenannya, meski sekarang sudah berkarier di luar ATC, selama mereka memang lisence ATC dan menjadi anggota IATC akan tetap diperjuangkan hak-haknya,” papar Izazi menjawab pertanyaan seorang taruni STPI pada acara Kuliah Umum tersebut.

Oleh karena itu, Azizi berpesan kepada para juniornya di STPI, teruslah belajar dan tingkatkan kemampuan dan profesionalisme sebagai ATC. “Tugas ATC itu sangat mulia, menjaga dan mengawal keselamatan penerbangan. Dan untuk bisa melakukan semua itu, mutlak harus menguasai ilmu teknis ATC,” tandas Izazi.

Taruni STPI tanyaa

Jangan Mencari Uang Di ATC

Menurut istilah Ketua Umum IATC Suwnadi, untuk menjadi ATC yang sukses baik di dalam karier atau di masyarakat, maka kuncinya ada dua.

“Harus menguasai ilmu teknis ATC. Kedua menguasai ilmu kehidupan. Inilah yang sering dilupakan, termasuk para ATC di di dunia ini,” sebut Suwandi.

Sebagai Ketua Umum IATCA, Suwandi mengimbau agar seluruh junior di STPI khususnya Prodi PLLU untuk menjadi ATC sejati. Yaitu ATC yang mencintai profesinya, bukan hanya mencari uang sebagai ATC. Kini, banyak ATC di Indonesia bahkan di dunia, tapi tidak semua sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

“Konsekuensinya, seorang ATC harus bekerja professional, ikhlas dan mengesampingkan ego sektoral seperti asal daerah, asal kampus dan alasan primordial lainnya. Tugas ATC itu satu, yaitu melayani dan meningkatkan keselamatan penerbangan,” tegas Suwandi.(helmi)