Angkasa Pura 2

Prasetyo: Penutupan Pintu Perlintasan Sebidang Soeprapto Mendesak

Emplasemen KoridorSelasa, 30 Agustus 2016
IMG_20160830_145525

JAKARTA (beritatrans.com) – Dirjen
Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono menegaskan, penutupan pintu perlintasan sebidang di Jl. Soeprapto tepatnya di sebelah stasiun Pasarsenen, Jakarta Pusat sudah mendesak.

“Frekuensi perjalanan KA pada perlintasan Pasar Senen, saat ini sebanyak 17 KA/jam dengan rata-rata headway 3,52 menit yang berlangsung pada jam sibuk (on peak). Melihat frekuensi perjalanan KA yang cukup tinggi, sudah seharusnya perlintasan sebidang tersebut ditutup,” urai Prasetyo di Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Prasetyo mengatakan, di stasiun Pasarsenen banyak melayani kereta api ekonomi jarak jauh disamping juga kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek.

“Bagi pengguna jalan raya diharapkan menggunakan Underpass Soeprapto yang sudah tersedia ataupun rute jalan alternatif yang sudah disiapkan Pemprov DKI berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya,” ungkap Prasetyo.

Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Priyanto mengungkapkan, upaya penutupan ini merupakan bagian dari penertiban transportasi di Jakarta.

“Sebelumnya, penutupan perlintasan sebidang sudah diujicoba di stasiun Tebet,” kata Priyanto.

Hal itu dilakukan setelah setahun lamanya dilakukan apat dan koordinasi. Sementara untuk perlintasan Soeprapto, satu bulan rapat, satu bulan sosialisasi, dan akan dilanjutkan ujicoba.

“Kita akan lakukan analisis, evaluasi sembari jalan, nanti akan ada pemangku lainnya, di tingkat kota,” ungkap Priyanto. (omy)