Angkasa Pura 2

KKP Rangkul Asosiasi Untuk Percepat Pelaksanaan Inpres No. 7

Kelautan & PerikananRabu, 31 Agustus 2016
Susi_Pudjiastuti_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan berbagai manuver untuk mempercepat langkah dalam merealisasikan Inpres Nomor 7 Tahun 2016.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, harus ada kolaborasi baru dari para pengusaha maupun stakeholder industri perikanan untuk membantu pemerintah menjalankan Inpres dimaksud.

“Saya berusaha sesering mungkin konsolidasi dan koordinasi dengan semua stakeholder perikanan, salah satunya adalah dengan asosiasi pengusaha dan industri perikanan,” ungkap Susi saat bertemu dengan para perwakilan asosiasi pengusaha dan industri perikanan di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (31/8/2016).

Dihadapan lebih dari 50 perwakilan Asosiasi pengusaha dan industri perikanan, Susi menceritakan kondisi perikanan Indonesia saat ini.

“Penyelesaian-penyelesaian yang kami lakukan sudah didukung Presiden. Mulai dari hadirnya Satgas 115 untuk berantas illegal fishing hingga Perpres Nomor 44 Tahun 2016 dimana perikanan tangkap hanya untuk kapal berbendera Indonesia. Nah sekarang udah ada Inpres ini, kurang apa lagi legalitas untuk mendorong perikanan Indonesia,” ungkapnya.

Direktur Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo menjelaskan, hasil ekspor impor perikanan Indonesia saat ini pada periode Januari – Juni 2012 hingga periode yang sama pada 2016 telah terjadi kenaikan volume ekspor sebesar 7,34 persen, nilai ekspor 4,28 persen dan turunnya nilai impor hingga 14,83 persen.

“Untuk ekspor Udang ke Amerika juga meningkat. Bahkan kita sudah menyalip India,” kata Nilanto.

Diharapkan setelah diadakan pertemuan dengan para asosiasi pengusaha dan industri perikanan ini, para stakeholder dapat terjun langsung melihat peluang investasi yang ada. (albi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari