Angkasa Pura 2

Kemenpar Promosikan Wisata Diving di Tiongkok

DestinasiSelasa, 13 September 2016
IMG-20160429-WA003

JAKARTA (beritatrans.com) – Terus menggenjot jumlah wisatawan domestik dan mancanegara, Kementerian Pariwisata mempromosikan berbagai potensi wisata yang ada di Indonesia.

Salah satu diantaranya terkait dengan wisata diving. Kemenpar mempromosikanya dengan menyelenggarakan Sales Mission Diving Tiongkok 2016 di sejumlah kota di Tiongkok seperti Dalian, Qingdao, dan Beijing 27-31 Agustus 2016.

“Pasar Tiongkok begitu penting bagi Indonesia, karena selain merupakan salah satu fokus pasar pariwisata, juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam menyumbang kunjungan wisman ke Indonesia,” ujar I Gede Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar di Jakarta, Selasa (13/9/2016).

Pitana mengungkapkan, Sales Mission Diving Tiongkok 2016 merupakan kegiatan promosi B2B yang bertujuan meningkatkan product knowledge dan penjualan paket wisata diving Indonesia ke pasar Tiongkok.

Pelaksanaan Sales Mission Diving Tiongkok 2016 dikatakan Pitana, disambut antusias para seller (industri pariwisata) dan buyer (dive operator, dive club, dan divers) yang menghadiri event tersebut.

Gunawan Tjipto Adji, Anggota Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar mengemukakan, dengan peningkatan infrastruktur bandara di berbagai provinsi di Indonesia, kebijakan bebas visa bagi Wisman Tiongkok; dan “What we can Offer”, Indonesia masuk dalam kawasan Coral Triangle Area yang menjadikan laut Indonesia memiliki keberagaman spesies bawah laut dan memperkenalkan 10 destinasi untuk diving.

“10 destinasi itu diantaranya Bali, Lombok, Komodo, Alor, Derawan, Wakatobi, Togean, Ambon, Banda dan Raja Ampat,” tutur Gunawan.

Saat ini sudah ada penerbangan regular Lion Air dari beberapa kota di Tiongkok ke Manado serta informasi mengenai Charter Flight dari beberapa maskapai seperti Citilink dan Sriwijaya Air.

“Melalui Sales Mission Diving Tiongkok 2016, diprediksi dapat mendatangkan 90 total calon wisman Cina dengan potensial transaksi sebesar 200,000 USD/Rp2.600.000.000. Ini menunjukan peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan yang memiliki minat khusus wisata diving,” tutup Pitana. (omy)