Angkasa Pura 2

Virus Zika, YLKI Desak Pemerintah Keluarkan Travel Warning Ke Singapura

Bandara Dermaga Destinasi KokpitRabu, 14 September 2016
Bandara Changi

JAKARTA (Beritatrans.com) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Pemerintah Indonesia berhati-hati terhadap penyebaran virus Zika. Pemerintah Indonesia segera menerbitkan travel warning agar orang Indonesia tidak bepergian ke negara-negara terdampak virus itu, terutama Singapura.

“Virus Zika terus merebak di wilayah ASEAN. Terutama Singapura. Untuk melindungi warga negaranya, banyak negara yang sudah mengeluarkan travel warning (larangan berkunjung) bagi warga negaranya bepergian ke Singapura. Tercatat saat ini sudah 6 (enam) negara di dunia yang mengeluarkan travel warning ke Singapura, yakni: Australia, China, Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan dan Hong Kong,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi kepada Beritatrans.com di Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Namun, lanjut dia, Pemerintah Indonesia hingga saat ini baru mengeluarkan advisory travel (himbauan) untuk tidak bepergian ke Singapura. “Sementara tingkat risiko warga negara Indonesia tertular virus Zika di Singapura sangat tinggi, karena setiap tahun terdapat minimal 2,5 juta orang Indonesia yang berkunjung ke Singapura, atau 6.844 orang per harinya,” jelas Tulus lagi.

Sebaliknya, menurut dia, warga Singapura yang datang ke RI juga harus dideteksi secara intensif, baik di bandara, atau di pelabuhan seperti di Batam.

“Guna memberikan perlindungan terhadap warga negara dan konsumen Indonesia, dan merebaknya virus zika di Indonesia, YLKI mendesak Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mengeluarkan travel warning bagi warga negara Indonesia. Orang Indonesia sebaiknya tidak bepergian ke Singapura, sampai virus zika di Singapura mereda. Mumpung virus Zika belum menjadi wabah baru di Indonesia,” papar Tulus.

Jangan Ciut Nyali

YLKI menduga pemerintah RI ciut nyali dengan Singapura, sehingga belum atautidak berani mengeluarkan travel warning ke Singapura. Padahal potensi risikonya sangat tinggi karena warga Indonesia adalah pengunjung tertinggi di dunia ke Singapura.

“Aneh bin ajaib. Pemerintah Indonesia harus pro aktif melindungi warganya dari potensi besar tertularnya virus zika dari Singapura, dan negara ASEAN lainnya. Jangan mengorbankan kesehatan warga negara Indonesia hanya karena mempertimbangkan kepentingan ekonomi jangka pendek dengan Singapura,” sebut aktivis YLKI itu.

Tulus menambahkan, kerugian sosial ekonomi RI akan lebih besar jika virus zika menjadi wabah baru di Indonesia, hanya karena pemerintah lamban mengantisipasinya.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari