Angkasa Pura 2

Penggunaan Bahan Bakar Nabati Ditargetkan 2030 Mencapai 20 Persen

IMG_20160914_110416

JAKARTA (beritatrans.com) – Peralihan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar Nabati (BBN-biofuel) memanglah tak semudah membalikkan tangan.

Banyak rangkaian persiapan yang harus dilakukan untuk efisiensi penggunaan energi dalam bidang transportasi itu.

Isu pemanasan global dan efek rumah kaca, ikut mendorong mewujudkan transportasi ramah lingkungan. Tentu saja upaya ketersediaannya juga terus dilakukan.

Tak hanya untuk transportasi darat saja, namun untuk seluruh moda, seperti pesawat dan kapal laut.

Staf Ahli Menteri Perhubungan bidang Energi, Teknologi, dan Lingkungan Nugroho Indrio mengungkapkan, saat ini penerapannya sudah mulai dilakukan, terutama untuk angkutan darat dan udara.

“Di pom bensin (SPBU) BBN sudah ada sekitar 5-10 persen. Ditargetkan akan mencapai 20 persen penggunaannya pada 2030,” jelas Nugroho kepada beritatrans.com, di Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Menurut dia, BNN sudah mulai diterapkan sejak 2015, namun angkanya masih minim, masih banyak di sekitar Jakarta untuk angkutan darat. Sedangkan pesawat sudah mulai digaungkan penggunaannya.

“Tak hanya BNN, motor dan mobil listrik juga menjadi target untuk mewujudkan efisiensi energi dalam bidang transportasi,” ungkap Nugroho.

Penerapan itu, lanjut Nugroho dilakukan juga dalam upaya mandiri dalam energi, tidak boros, dan tidak ketergantungan dalam BBM seperti saat ini.

“Kendaraan listrik juga dapat mendorong industri dalam negeri untuk berperan besar,” tutur Nugroho.

Untuk realisasinya, ditargetkan pada 2025 – 2050, semua kendaraan sudah beralih dari BBM ke listrik. Lebih ramah lingkungan dan hemat BBM. (omy)