Angkasa Pura 2

Tekan Dwelling Time, ALFI: Limpahkan 114 Perizinan Impor Dari Kantor Pusat Ke Daerah

Another NewsJumat, 16 September 2016
images (9)

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Hengky menyoroti izin impor yang masih terpusat di Jakarta, akibatnya proses bongkar muat dan keluarnya barang dari pelabuhan di beberapa daerah menjadi cukup lama.

“Kami tidak mempermasalahkan ‘dwelling time’ di pelabuhan Tanjung Perak, justru kami sangat mendukung adanya pembuatan satgas, namun selama ini banyak perizinan yang seharusnya satu hari selesai menjadi sampai tiga hari, karena harus menunggu dari Jakarta,” ucapnya di sela rapat tertutup pembentukan struktural satgas dwelling time Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Kamis (15/9/2016).

Hengky menyebut ada 114 perizinan yang harus dipatuhi importir, dan harus disetujui oleh kantor pusat di Jakarta.

“Yang menjadi sorotan kami kenapa perizinan itu tidak dilimpahkan ke setiap daerah saja, sebab kalau harus menunggu balasan perizinan dari pusat akan membutuhkan waktu yang lama, sehingga bongkar muat dari pelabuhan tidak bisa cepat,” katanya.

Hengky menyebut, para pengusaha importir siap dengan adanya pembatasan waktu menginap barang di pelabuhan yang semula enam hari menjadi tiga sampai empat hari, dan tidak terlalu mengkhawatirkan adanya pembatasan waktu bongkar muat barang yang berada di pelabuhan Tanjung Perak. (ant).