Angkasa Pura 2

Maman Juru Periksa Jalan KA Tewas Tertimbun Longsor

EmplasemenSabtu, 17 September 2016
Longsor KA tasikk

TASIKMALAYA (Beritatrans.com) – Maman (56) tewas tertimbun tanah longsor saat mengamankan jalur rawan longsor di daerah Kadipaten, Kabupaten Taksikmalaya, Jawa Barat. Maman adalah warga Cipeundeuy, Kabupaten Garut, yang bekerja sebagai juru periksa jalan (JPS) kereta api (KA) di Stasiun Cirahayu, Tasikmalaya.

Tanah longsor tersebut, selain menelan satu korban jiwa bernama Maman, juga yang menutup rel kereta api juga mengakibatkan jalur sempat lumpuh total tidak bisa dilalui.

Keterangan yang dihimpun pers menyebutkan, Maman bersama dengan rekannya Tutang, Mahmud, dan Emut mengecek jalur kereta api yang terkena longsoran kecil di kawasan tersebut.

Saat itu Tutang naik ke atas tebing longsoran untuk melakukan pengecekan. Sedangkan Emut menuju Stasiun Cipeundeuy untuk memberitahukan kejadian tersebut dan mengamankan keberangkatan kereta.

Maman yang berada di bawah longsoran dan mencoba membersihkannya, hingga terjadi longsor susulan yang cukup besar menimbun dirinya sampai meninggal dunia.

“Petugas saat itu sedang melakukan pengecekan kawasan rawan longsor, karena memang intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga kewaspadaan penuh dilakukan di sejumlah titik rawan,” sebut Tutang seperti dikutip laman sindonews.

“Kejadian itu tidak diduga sebelumnya. Saya turut prihatin atas kejadian tersebut,” ungkap Kepala PT Kereta Api Indonesia Daops 2 Bandung Saridal yang datang mengecek lokasi kejadian, Sabtu (17/9/2016).

Saridal menuturkan, akibat longsor ini perjalanan kereta api terpaksa terhenti di Stasiun Cipeundeuy dan Stasiun Ciawi, hingga kemudian bisa kembali berjalan setelah longsoran tanah berhasil disingkirkan.

Sementara itu, Kapolsek Kadipaten AKP Hima Rawalasi menyebutkan, ada empat orang petugas yang sedang berada di lokasi kejadian saat itu. Namun tiga orang selamat dan satu orang meninggal, karena memang tertimbun longsoran tanah yang cukup besar.(helmi/sin)