Angkasa Pura 2

Aptrindo Usul Sebelum Penerapan PM 134 Ada Rambu Kelas Jalan & Muatan Diizinkan

KoridorSenin, 19 September 2016
20160907_175326-1-1-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) siap mematuhi Peraturan Menhub No 134 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan penimbangan kendaraan bermotor di jalan mulai Januari 2017.

Tapi sebelum ketentuan ini diberlakukan Aptrindo mengusulkan agar Kemenhub membuat dulu regulasi tentang pemasangan rambu pada setiap jalan secara nasional yang menunjukkan kelas jalan dan tekanan gandar atau muatan sumbu terberat (MST) yang diizinkan melewati jalan tersebut, kata Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan Senin (19/9/2016).

Regulasi soal rambu tadi harus dipatuhi oleh Pemda secara nasional agar sopir dan pemilik angkutan mengetahui berapa muatan yang diijinkan bila mereka melewati jalan tersebut.

Selain itu jalan jalan menuju kawasan industri mau pun pergudangan harus ditingkatkan menjadi jalan kelas 1. Karena jalan tersebut akan dilewati angkutan bermuatan berat.

Pemerintah juga harus menentukan jaringan lintasan untuk jadi panduan bagi para sopir. Misalnya, dari Cilegon ke Ranca Ekek (Bandung) kalau membawa muatan berat tertentu mereka harus lewat jalan mana saja yang sesuai dengan berat muatan yang mereka bawa.

Bincang bincang dengan BeritaTrans.com dan tabloid mingguan Berita Trans, Tarigan mengatakan kalau PM 134 langsung diterapkan tanpa didahului dengan regulasi tentang rambu mau pun jaringan lintasan seperti kita usulkan tadi dikhawatirkan menjadi ajang pungutan liar (pungli).

Pasalnya, dalam PM 134 apabila berat muatan melebihi 5 % sampai 20 % dari jumlah berat yang diijinkan (JBI) kendaraan akan ditilang.

Apalagi kalau berat muatan melebihi 20% dari JBI pengemudi dilarang mereruskan perjalanan atau disuruh kembali ke asal pemberangkatan, kata Tarigan.

Tapi kalau semua jalan sudah dilengkapi rambu yang menunjukkan berat muatan yang diijinkan ditambah ketentuan jaringan lintasan, pemilik angkutan/sopir sejak awal dapat menyesuaikan berat muatan dengan kelas jalan yang akan dilewati, tutur Gemilang Tarigan. (wilam)