Angkasa Pura 2

ABK KM Jasa Doa Ani: Lambung Kapal Bocor, Air Perlahan Masuk

DermagaSelasa, 20 September 2016
kapal tenggelam2

ACEH TIMUR (BeritaTrans.com) – Seluruh anak buah kapal (ABK) KM Jasa Doa Ani yang tenggelam tiba di Kuala Idi, Senin, 19 September 2016 sekitar pukul 14.00 WIB.

Kedatangan 17 ABK yang selamat tersebut langsung disambut oleh Panglima Laot Kuala Idi, Razali M. Ali dan keluarga para ABK serta pihak Sat Pol Air, Danlanal Idi, BPBD Aceh Timur dan Tim SAR Pos Aceh Timur.

Sang nahkoda KM Jasa Doa Ani, Zulfikar, 41 tahun warga Desa Buket Pala, Kecamatan Idi Rayeuk, kepada Klikkabar.com mengatakan bahwa, peristiwa nahas yang dialami kemarin bermula saat kapal mereka bocor di bagian lambung kapal.

“Dua lembar papan jebol, sehingga air laut perlahan masuk ke dalam kapal. Tak lama berselang, saya langsung mencoba menghubungi kapal yang berdekatan dengan lokasi dan Alhamdulillah kami segera mendapat pertolongan,” kata Zulfikar saat berada di Pos Pol Air Kuala Idi.

Selanjutnya, kata Zulfikar, KM Diwangga, KM Bina Keluarga dan KM Hitam Jaya Supra yang berada beberapa mil dari KM Jasa D’a Ani, langsung bergerak ke lokasi untuk memberi pertolongan. Ke-17 ABK segera dipindahkan dan KM Jasa Doa Ani lalu tenggelam ke dasar lautan.

“Mereka sampai sebelum kapal tenggelam, makanya kami sempat memindahkan sejumlah peralatan dan hasil tangkapan ke kapal lain,” tambah Zulfikar.

Ke 17 ABK KM Jasa Do’a Ani yang selamat adalah, Zulfikar, Sulaiman, Iwan, Bustamam, Nanda, Apa Panton, Bang Man, Apa Raman, Zulkifli, Zulfan, Jamal, Ibrahim, Apa Rih, Apa Din, Syeh Dan, Husein dan Samsul.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu unit boat nelayan, KM Jasa Do’a Ani asal Seuneubok Baroh, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, tenggelam di perairan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Menurut informasi yang diterima Klikkabar.com, boat jenis pukat langgar tersebut tenggelam akibat cuaca buruk yang melanda kawasan tersebut sejak beberapa pekan terakhir. KM Jasa Do’a Ani milik Mukhlis Nurdin yang akrab disapa Tgk. Adek itu tenggelam lebih kurang 101 mil lepas pantai Kuala Idi, Minggu, 18 September 2016 sekitar pukul 11.00 WIB. (lia).