Angkasa Pura 2

Jamaah Haji Wafat Dalam Penerbangan Garuda Menuju Padang

KokpitWednesday, 21 September 2016

PADANG – Seorang jamaah haji kloter III Debarkasi Padang, Sumatera Barat atas nama Tahirun Jamatil Marjaim (86) asal Bengkulu meninggal di pesawat udara Garuda Indonesia GA 3430 dalam perjalanan pulang ke Tanah Air setelah mengalami infeksi pernafasan.

“Almarhum meninggal dunia dua jam menjelang pesawat mendarat di Bandara Internasional Minangkabau,” kata Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, dr Aryanti di Padang, Rabu (21/9/2016).

Ia menjelaskan, sebelum berangkat, kondisi yang bersangkutan stabil sehingga diizinkan untuk pulang ke Tanah Air namun dalam perjalanan mengalami infeksi saluran pernafasan.

Begitu pesawat mendarat pada Rabu dini hari tadi sekira pukul 02.40 WIB jenazah langsung dimasukkan ke dalam peti dan diberangkatkan menuju Bengkulu,” paparnya.

Sementara, Staf Sekretariat PPIH Debarkasi Padang, Hami Mulyawan menyebutkan sebanyak 452 haji kloter III telah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau pada Rabu dini hari pukul 02.40 WIB.

Jamaah haji kloter III berasal dari Bengkulu 235 orang, Kabupaten Rejang Lebong dua orang, Kabupaten Seluma 135 orang, Kabupaten Bengkulu Tengah 71 orang petugas kloter lima orang dan petugas haji daerah empat orang.

Semua jamaah haji Bengkulu tersebut dipulangkan ke daerah asal menggunakan pesawat udara dari Bandara Internasional Minangkabau menggunakan tiga pesawat udara pada pukul 05.00 WIB.

“Begitu jamaah mendarat dari Makkah, mereka transit sebentar di Bandara Minangkabau untuk diberangkatkan ke Bengkulu,” sebut Mulyawan seperti dikutip okezone.

Total calon haji Embarkasi Padang yang berangkat ke Tanah Suci 4.946 orang terdiri atas jamaah asal Sumbar 3.591 orang, Bengkulu 1.283 orang, serta didampingi 55 petugas yang tersebar dalam 11 kloter.

Sebelumnya anggota Komisi VIII DPR daerah pemilihan Sumbar, Asli Chaidir saat berkunjung ke Asrama Haji Tabing menyampaikan pihaknya terus mengupayakan perbaikan kualitas ibadah haji dengan menurunkan biaya namun tetap memberikan pelayanan prima.

“Pada 2015 ada penurunan biaya haji sekitar 500 dolar Amerika Serikat, tahun ini 130 dolar AS, jadi kecenderungannya turun. Selain itu perbaikan yang dilakukan tahun ini adalah peningkatan kualitas bus dan pemberian makan di Makkah dua kali sehari yang sebelumnya hanya satu kali,” kata Chaidir. (lia).