Angkasa Pura 2

12 Pesawat Latih STPI Mulai Diterbangkan Untuk Diklat Taruna

Kokpit SDMKamis, 22 September 2016
Pesawat Latih STPI2

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pesawat latih taruna Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) sudah mulai diterbangkan untuk praktek taruna penerbang, Rabu (21/9/2016). Pesawat latih untuk taruna STPI itu sudah lengkap persyaratan administrasi dan dilakukan kalibrasi oleh instansi berwenang.

Sebanyak 12 pesawat latih pesanan STPI sudah tiba dan mendapatkan nomor registrasi atau PK dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Mulai Rabu (21/9/2016) kemarin sudah mulai terbang perdana untuk latihan taruna,” kata Kasubag Rumah Tangga dan Humas STPI Drs. Suherman menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya, Badan Pengembangan SDM Perhubungan tahun 2016 membeli pesawat latih taruna sebanyak 51 pesawat latih, termasuk lima pesawat multi engine dan helikopter. Dari jumlah tersebut, direncanakan ada 19 unit pesawat latih akan ditempatkan di Kampus STPI Curug.

“Sampai awal September 2016, sebanyak 12 pesawat latih baru sudah tiba di STPI Curug. Pesawat tersebut sudah dipamerkan di arena Wisuda Terpadu BPSDM Perhubungan Tahun 2016 di Hanggar Bandara Budiarto, Curug,” jelas Suherman.

Menurut jubir STPI itu, pesawat latih taruna STPI itu akan langsung dipergunakan setelah mendapatkan nomor regristasi atau PK dari Kemenhub RI. “Kini, sebanyak 12 pesawat latih STPI sudah lengkap dan bisa dioperasikan untuk latihan taruna penerbang,” papar Suherman.

“Dengan tambahan pesawat latih tersebut, proses diklat taruna penerbangan di STPI akan semakin cepat lagi. Selama ini, salah satu kendala pendidikan dan latihan taruna penerbang di STPI karena kekurangan pesawat latih. Kini perlahan masalah itu akan bisa diatasi,” tandas Suherman.

Martin Goller1

Sebelumnya, Kepala Jurusan (Kajur) Penerbang STPI Capt. Roy PS.Nainggolan mengatakan, dengan tambahan 12 pesawat latih untuk STPI akan mempercepat proses diklat taruna penerbang di STPI. Selama ini, ketersediaan pesawat latih menjadi salah satu masalah kronis dan menghambat program diklat siswa penerbang di STPI Curug.

“Ke depan, proses diklat taruna penerbang di STPI bisa selesai tepat waktu, yaitu 18 bulan sesuai arahan Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo,” kata Roy lagi.

Dia menambahkan, ke dean rating pilot dari STPI bukan hanya CPL (commercial pilot lisence) single engine, tapi juga multi engine.

“Pesawat latih yang baru datang memperkuat armada STPI lebih lengkap, yaitu single engine, multi engine dan helikopter. Jadi, rating lulusan STPI makin lengkap,” tegas Cap. Roy.(helmi)