Angkasa Pura 2

Puskepi: Pertamina Belum Tentu Untung Dari Bisnis BBM Subsidi Tahun 2016

Ekonomi & Bisnis Energi KoridorSabtu, 24 September 2016
SPBU_Premium_Habis

JAKARTA (Beritatrans.com) – Akhir tahun 2016 ini belum tentu PT Pertamina hasilkan laba dari penjualan bahan bakar ninyak PSO atau subsdi. Bisnis hilir BBM ini bisa dibilang enak-enak tidak enak.

“Harga jual BBM sudah ditetapkan di seluruh Indonesia, meski biaya transportasi berbeda serta resiko yang tidak sama,” kata Direktur Puskepi Sofyano Zakaria menjawab Beritatrans.com, Sabtu (24/9/2016).

Sebaliknya, kata Sofyano, BUMN Migas itu bisa saja malah rugi seperti tahun tahun lalu apabila Pemerintah tidak mempertahankan  harga jual BBM didalam negeri.

Padahal, lanjut Puskepi, sebagai PT (Persero), tentu saja Pertamina juga punya hak untuk dapat laba dari penjualan BBM PSO sebagaimana perusahaan2 lain termasuk AKR yg juga menyalurkan Solar PSO.‎

Badan usaha migas seperti AKR, Shell Indonesia dan lainnya tetap mencari untung. “AKR pun tetap harus mendapatkan untung meski harus mendistribusikan BBM subsidi di Taah Air,” papar Sofyano.

Oleh karena itu, tambah dia, bisnis hilir migas terlebih BBM subsidi resikonya besar. Pertamina bahkan perusahaan migas kelas dunia pun sering rugi, termasuk menjual BBM subsidi ini.

Buktinya jelas. Petronas asal Malaysia, yang disebut-sebut sebagai perusahaan migas kelas dunia juga jatuh bangkrut di Indonesia.

“Kini semua SPBU Petronas di Indonesia jatuh bangkrut dan dijual ke Pertamina. Hal itu terjadi karena Petronas tak mampu lagi mengoperasikan SPBU di Indonesia,” tandas Sofyano.(helmi)