Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla Samakan Persepsi Dalam Pemeriksaan Kapal-Kapal Asing

DermagaSenin, 26 September 2016
Victor_Vikki_DirKPLP

BANDUNG (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) menggelar seminar Port State Control (PSC) di Bandung, Senin – Rabu (26-28/9/2016).

“Seminar ini dilakukan secara periodik sebagai tindak lanjut dari sidang Sub Commitee on Implementation of IMO Instruments sesi ke-3 di markas besar International Maritime Otrganization (IMO), London, 18-21 Juli 2016 lalu,” kata Direktur KPLP Victor Vikki Soebroto, MM., kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans, Senin (26/9/2016).

Victor mengatakan, sidang tersebut merupakan pertemuan rutin untuk melaksanakan konvensi IMO dalam hal pemeriksaan kapal-kapal asing. Sedangkan maksud dan tujuan seminar adalah untuk menyamakan persepsi dan harmonisasi antara pemerintah dengan stakeholder terkait kebijakan dan regulasi (prosedur pemeriksaan).

“Serta mencarikan solusi yang komprehensif atas kendala-kendala yangg dihadapi di lapangan,” katanya.

Seminar_PSC_KPLP

Kapal-kapal berbendera asing yang memasuki pelabuhan-pelabuhan negara lain, serta merta akan dilakukan pemeriksaan oleh Port State Control Officer pelabuhan negara tersebut. Hal tersebut dimungkinkan, sebagai tindak lanjut dari Tokyo Mou (Memorandum of Understanding ) yang merupakan kerjasama regional Asia Fasifik di bidang Port State Control (Asian Fasifc Regional Cooperation on Port State Control ), yang ditanda tangani pada 2 Desember 1993 di Tokyo Jepang.

Pemeriksaan ini, dalam rangka meningkatkan pengawasan keselamatan pelayaran dan pencegahan pencemaran laut dari kapal, didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang ada dalam konvensi-konvensi international produk IMO beserta resolusi-resolusinya, dan produk ILO yang berhubungan dengan kondisi kerja dan kehidupan di atas kapal, misalnya SOLAS , MARPOL , dan STCW. Termasuk bahwa kapal tersebut berawak dan dioperasikan sesuai dengan hukum internasional yang berlaku.

Wahyu_Prihanto

Ketua panitia seminar PSC Capt. Wahyu Prihanto, S.SiT, M.MTr, M.Mar., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan seminar itu diikuti oleh 90 orang peserta yang terdiri dari 70 orang perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Hubla yang wilayah kerjanya banyak terdapat kapal asing. Juga peserta dari pemangku kepentingan sebanyak 20 orang.

“Sedangkan narasumbernya berasal dari para tenaga ahli di Ditjen Hubla dan perwakilan dari klas kapal,” kata Wahyu. (aliy)

loading...