Angkasa Pura 2

Meylinda Veronica, Putri Palu Jago Menyanyi Di Brass Band STTD Bekasi

SDMSenin, 26 September 2016
Brass band  Meylinda

BEKASI (Beritatrans.com) – Meylinda Veronica Ladosi, tampil menyentak di tengah acara pengukuhan taruna muda Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi, Senin (26/9/2016). Putri asli Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) itu adalah salah satu taruna program pembibitan yang mengambil program studi (prodi) D-IV Transportasi Darat di STTD.

Selain berprestasi secara akademik, taruni mungit ini juga piawai berolah seni, khususnya marching band Gita Jata Wiratama dan Brass Band STTD. Meylinda menjadi salah satu penyanyi di grup musik Brass Band kebanggaan STTD Bekasi. Grup musik ini dimotori taruna Angkatan 36 dari berbagai program studi (prodi) yang berbeda.

Menyanyi, sebenarnya bukan hal baru bagi putri Palu kelahiran tahun 1996 itu. Saat SMA dulu, Meylinda biasa tampil dari panggung ke panggung. Saat itu, ia sudah mulai mencari uang saku dengan menjual suara emasnya.

“Lumayan kalau menyanyi di akhir pekan, bayarannya bedalah. Paling tidak, cukup untuk tambah uang saku dan bantu-bantu orang tua,” katanya dalam perbincangan dengan Beritatrans.com di Kampus STTD Bekasi, Senin.

Menyanyi sudah menjadi hobby bahkan profesi sejak SMA di Palu. Oleh karena itu, saat teman-teman membentuk Brass Band STTD langsung gabung. “Kebetulan, oleh teman-teman dipercaya menjadi penyanyi,” aku Meylinda.

Saat menjadi taruni STTD bakat dan kemampuan itu tetap bisa tersalurkan. Awalnya, dia menjadi salah satu personel korp marching band Gita Jata Wiratama, STTD Bekasi. Setelah tingkat III dan tak aktif di marching band, dia bersama 20 koleganya dari Angkatan 36 STTD membentuk grup Brass Band.

Kalau mau jujur, kata Meylinda, penyanyi di Brass Band STTD bukan hanya satu. Ada dua penyanyi lain, yaitu Mukhlis dan Ekyanti Novitasari. “Setiap akhir pekan, Jumat malam atau Sabtu malam, kita latihan bersama mulai habis makan malam sampai pukul 21.00. Jadi, karena tidak pergi pesiar, kita main musik bersama di kampus,” papar Meylinda.

Branss band1

Tetap Fokus Kuliah

Kendati begitu, seluruh krew Brass Band STTD tetap fokus menjalankan tugas kuliah dikampus. Buktinya, prestasi mereka personel Brass Band STTD cukup bagus.

“Sebagai taruna pembibitan dan dibiayai APBD, maka IPK minimal 2,75. Nilai itu harus dipenuhi hakan lebih tinggi lagi. Jika tidak, bisa bermasalah dengan pemda yang mengirim kami ke STTD,” terang Meylinda.

Bermain musik baik marching band atau Brass Band, bagi dia, merupakan media untuk mengekspresikan kemampuan dan jiwa seni khususnya taruna STTD Bekasi. Tapi, tugas utama mereka tetap belajar.

“Brass Band latihan rutin hanya di akhir pekan. Dengan begitu, tidak mengganggu teman yang belajar apalagi masyarakat sekitar kampus,” urai Meylinda.

Brass band rame2

Diundang Menhub Budi Karya

Brass Band STTD Bekasi yang dimotori taruna-taruni Angkatan 36 tampil meramaikan acara pengukuhan taruna muda di Kampus STTD 2016.

Grup musik terbaru besutan pelatik Bapak Lucky itu baru dua bulan terbentuk. Tapi, mereka adalah alumni korp marching band Gita Jata Wiratama STTD. Mereka sudah berpengalaman tampil di ajang daerah dan nasional.

Brass Band STTD ini beranggotakan 20 taruna Angkatan 36 STTD. Awalmnya mereka tampil di event internal kampus yaitu Wisuda dan Yudisium STTD tahun 2016. Kemudian diundang Menhub Budi Karya Sumadi untuk tampil pada Pameran Transportasi dan Infratruktur 2016.

Berkat kerja keras seluruh spersonel Brass Band serta panitia sealigus Tim Sukses mereka, seperti Pandu, Lintang, Bagas dan lainnya, grup Brass Band STTD bisa kembali tampil pada acara Pengukuhan Taruna Muda STTD Bekasi 2016.

Branss Band STTD kembali menunjukkan penampilan terbaik mereka. Lagu favorit yaitu “My Way dan Cindai” dan Meylinda serta Mukhlis tampil menghibur tamu-tamu STTD termasuk kepala daerah yang menjadi kerja sama dengan STTD.(helmi)

loading...