Angkasa Pura 2

Warga Papua Minta Aparat Tangkap Penembak Petani

HankamSenin, 26 September 2016
2016-09-26 18.39.09

JAYAPURA (BeritaTrans.com) – Korban dari aksi penembakan yang dilakukan oleh OTK pada Sabtu, 23 September 2016, di Kali Semen, Puncak Senyum Kab Puncak Jaya, hari ini 26 September 2016, dievakuasi ke RSUD Jayapura.

Kejadian tersebut mengakibatkan terjadinya korban masyarakat bernama Weninggen Wanimbo dan anggota TNI Sertu Suparman terkena rekloset sehingga mengenai kaki bagian bawah.

Emison Tabuni, salah satu kerabat keluarga korban, menyampaikan, ”kami punya saudara tidak tau apa-apa. Kami minta kepada TNI/Polri agar pelaku dikejar dan ditangkap sampai dapat. Karena kalau tidak, akan terus mengganggu dan melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil maupun aparat.”

Karenanya, dia mengemukakan masyarakat akan membantu TNI/Polri untuk mengejar dan menangkap pelaku sampai dapat,

“Saya minta aparat keamanan untuk tangkap, kejar pelaku penembakan dan harus diproses hukum. Kami ini hidup tenang di kampung dan bertani setiap harinya, kenapa kami ditembak?” kata Emison ketika ditemui di Rumah Sakit Umum Dok II Jayapura, Senin (26/9). 

Dirinya juga tak meminta denda “bayar kepala”, seperti biasanya masyarakat di daerah pegunungan tengah Papua yang menjadi korban penembakan meminta pembayaran denda ganti kepala dari pelaku penembakan.  

“Saya tidak minta denda. Tapi aparat harus tangkap pelaku penembakan. Sudah ada 3 orang yang menjadi korban penembakan dari keluarga saya. Yang pertama di tahun 2006 adalah kakak saya kandung, lalu om saya dan yang ketiga ini adalah teman saya,” kata Emison yang mengaku bertempat tinggal di Distrik Yamo.

Disinggung dari kelompok mana yang melakukan penembakan, Tabuni sampaikan kemungkinan kelompok Mio dari Pilia. Namun mengenai motif dari penembakan, dia mengemukakan belum tahu.

Sementara itu, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab ketika dikonfirmasi media menyampaikan, ”terkait penembakan yang dilakukan oleh KKB terhadap masyarakat dan anggota TNI dari Kodim 1714/JP, saya sama dengan masyarakat yang menjadi korban, sangat tidak menerima situasi yang terjadi dan mengutuk keras perbuatan tersebut. Tugas kami akan mendukung pemerintah daerah dan Polri, untuk melaksanakan penegakan hukum akan mencari pelaku dan akan di proses sesuai hukum yang berlaku.” (awe/sumber rilis Puspen TNI).