Angkasa Pura 2

Tim Advokasi GINSI Terus Kumpulkan Data Kerugian Importir Dampak Kasus Hanjin

DermagaSelasa, 27 September 2016
images-1-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tim advokasi Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) terus melakukan pendataan terhadap kerugian importir sebagai dampak dari perusahaan pelayaran Hanjin mengalami koleps.

Sekjen BPP GINSI, Ridwan Tento Selasa (27/9/2016) mengatakan tim advokasi GINSI sudah disebar di Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang untuk mengumpulkan permasalahan termasuk kerugian yang dialami importir.

Menurut Ridwan permasalahan yang dihadapi importir tadi nantinya akan disampaikan kepada ‘Tim Terpadu Penanganan Hanjin’ yang akan dibentuk oleh Ditjen Perhubungan Laut, tapi sampai saat ini tim tersebut belum juga terbentuk.

“Kalau tim tersebut masih belum terbentuk dalam waktu dekat ini, kata Ridwan, mungkin tim advokasi GINSI akan langsung berhubungan dengan pihak terkait dengan Hanjin seperti PT Bumi Laut selaku agen Hanjin dan terminal petikemas yang melayani kapal Hanjin termasuk pihak terkait lainnya baik swasta mau pun pemerintah.

Ridwan mengatakan kerugian yang diderita pemilik barang meliputi uang jaminan kontainer, bayar doubel Container Handling Charges (CHC). Kerugian lain pemilik barang harus membayar double feeder freight karena pengapalan dengan transaksi prepaid ( bayar di pelabuhan muat), kata Ridwan.

Di samping itu masih banyak kontainer berada di atas kapal Hanjin hingga kini belum sampai ke Indonesia. Nasib kontainer tersebut semakin tidak jelas karena kapal Hanjin ditolak berlabuh di pelabuhan mana pun.

Ridwan mengatakan , pada saat pengadilan mengetuk palu menyatakan Hanjin bangkrut data tentang kerugian pemilik barang akan kita sampaikan kepada kurator untuk minta ganti rugi. (wilam

loading...