Angkasa Pura 2

Buatlah Konstruksi JPO Yang Ramah Lingkungan, Anak Dan Lansia

KoridorRabu, 28 September 2016
JPO-2

JAKARTA (Beritatrans.com) – Konstruksi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) d kota-kota besar di Indonesia harus dirancang dengan baik, ramah lingkungan dan anak-anak serta lansia. Dengan ramp yang landai akan mengakomodasi disabilitas kursi roda, lansia, anak-anak, pesepeda.

“Meski diakui, konstruksi itu dapat menimbulkan jarak penyeberangan yang panjang dan menimbulkan kekurangtertarikan untuk menggunakan fasilitas JPO,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno kepada Beritatrans.com di Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Menurutnya, JPO kota kota di Tiongkok dibangun humanis. Ramp landai, memang panjang, bersih tak ada PKL dan pengemis.

“Agar sepeda motor tidak bisa lewat didesain bertangga rendah dan diberi ruang sedikit hanya untuk pesepeda,” jelas Djoko.

Harus diakui, menurut Djoko, JPO yang dibangun di kota-kota di Indonesia kurang nyaman dan sangat tidak memperhatikan kebutuhan orang lewat yang nyaman, aman dan berkeselamatan.

“Dengan kemiringan tangga 45 derajat cukup melelahkan, sehingga tidak disukai. Ke depan, hendaknya dibuat JPO dengan rham dengan sudut kurang dari 10 derajat,” saran Djoko.

Selanjutnya, kekuatan struktur JPO juga harus diperhatikan dan seharusnya rutin dilakukkan pemeliharaan,” papar Ketua MTI Jawa Tengah itu.

“Di Kuala Lumpur Malaysia, JPO dilengkapi dengan travelator, ban berjalan. Terkesan mewah. Meski di Jakarta juga ada JPO yang dilengkapi dengan lift,” urai dia.

Djoko pun berharap, semoga kejadian runtuhnya JPO di “underpass” Jalan Raya Pasar Minggu, Jaksel tidak terulang kembali, baik di Jakarta maupun di kota lain di Indonesia.

“Instansi yang berkaitan dengan JPO dapat mulai mengaudit dan merawat secara rutin,” tegas Djoko.(helmi)