Angkasa Pura 2

Ini Dia 4 Perempuan Pilot Muda Pesawat Komersial, 3 Orang Lulusan STPI

Kokpit SDMKamis, 29 September 2016
2016-09-29_09.43.35

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sejauh ini ada empat perempuan berusia relatif muda Indonesia, yang berkarier sebagai pilot pesawat penerbangan komersial. Tiga di antaranya merupakan lulusan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI)

Seiringan dengan banyaknya sekolah penerbangan di Indonesia, terbuka luas kemungkinan semakin banyak perempuan menggeluti profesi mulia menerbangkan begitu banyak orang ke berbagai tujuan.

SARAH WIDYANTI KUSUMA

pilot

Sejak kecil, Sarah Widyanti Kusuma (27) bercita-cita menjadi seorang astronot. Namun, jalan hidup mengarahkannya untuk merintis karier sebagai pilot.

Dara kelahiran 3 Maret 1988 ini menjadi pilot di maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan merupakan pilot wanita termuda di Tanah Air.

Selepas lulus dari SMA Negeri 7 Cikokol, Tangerang, pada tahun 2005, dia mengikuti pendidikan pilot di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Jawa Barat, pada tahun 2005 melalui jalur beasiswa. Menurut Sarah, keputusannya memiliki jadi seorang pilot terjadi saat dirinya masih duduk di bangku kelas 3 SMU.

“Profesi ini buat saya masih jarang untuk wanita. Wanita masih jadi minoritas, makanya saya tertarik. Profesi ini menuntut kita untuk disiplin, selain itu saya juga suka travelling,” ujar Sarah seperti dikutip kompas.

Bersekolah di STPI Curug yang berbasis semi militer membuat Sarah harus membiasakan diri menjalani latihan fisik. Hal tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi Sarah. Pasalnya, dari satu angkatan dia merupakan satu-satunya siswi dari 34 siswa. Oleh sebab itu, dia pun seringkali harus mengesampingkan sisi femininnya.

Sarah menerbangkan pesawat komersil untuk kali pertama pada tahun 2010 silam. Dia mengenang, kala itu pesawat yang diterbangkannya adalah Boeing 737-300 seri classic, kemudian dia mulai menerbangkan Boeing seri Next Generation dan Airbus. Saat menerbangkan pesawat, Sarah mengaku dirinya merasa mengemban tanggung jawab yang begitu berat.

“Saya merasa bertanggung jawab atas ratusan nyawa. Saya bangga. Kalau sekarang saya merasa lebih enak membawa pesawat sendiri daripada menjadi penumpang karena saya tahu persis kondisinya,” jelas Sarah.

Lalu, adakah pengalaman terburuk yang pernah dialami Sarah saat menerbangkan pesawat? Sarah menjawab, tentu saja ada. Menurutnya, pengalaman saat harus mendarat di cuaca buruk adalah pengalaman yang tak akan dilupakannya. Sebab, dia tidak bisa melihat apapun di landasan karena tertutup hujan lebat.

“Pengalaman saat itu mendarat di Yogyakarta dengan landasan yang jelek dan kondisi hujan dan badai. Radar cuaca di atas sudah mengindikasikan cuaca buruk. Selain itu, landasan di Yogyakarta kecil dan minim fasilitas. Saat itu malam hari,” kenang wanita yang menghabiskan masa kecil di Biak, Papua.

Sarah mengaku dirinya kini sedang mengejar cita-cita menjadi seorang kapten pilot dengan mengikuti pendidikan khusus. Menurut Sarah, menjadi seorang kapten pilot adalah impian terbesarnya sebagai seorang penerbang.

“Saya sekarang lagi sekolah program untuk menjadi kapten. Soalnya goal-nya seorang pilot adalah menjadi kapten. Saya ingin menjadi instruktur untuk menyalurkan ilmu yang saya punya,” tegasnya.

RADEN RORO IIN IRJAYANTI

images (42)

Pilot Perempuan kelahiran Jayapura, 4 November 1985. Merupakan pilot maskapai penerbangan Batavia Air, Ia adalah lulusan dari STPI, yang disebar Kementerian Perhubungan hingga tempat tinggalnya di Timika, Papua. Waktu itu tahun 2003.

Di Batavia Air, Iin mengantongi izin menerbangkan Boeing 737 jenis 300-400 yang mampu mengudara di atas ketinggian 37.000 kaki.

Iin mengikuti sebuah kontes kecantikan yang dikenal dengan 3 syarat utamanya, Beauty, Brain, Behavior, yaitu Puteri Indonesia tahun 2010.

Iin berdomisili di Tangerang. Meskipun demikian ia menyebut dirinya orang Papua, karena lahir di Jayapura. Menjadi pilot adalah juga merupakan cita-cita almarhum ayahnya.

Anak tunggal keturunan Keraton Kanoman Cirebon dari garis ayahnya ini ingin mewujudkan cita-cita almarhum sang ayah dan ingin membuktikan bahwa perempuan bisa menonjolkan sisi feminin dan maskulin sekaligus.

ALLENDIA TRAVIANA

555dd60c0423bd8d638b456a

Allendia Traviana merupakan rekan sejawat dari Iin. Ia juga tercatat sebagai pilot wanita yang mengabdi pada pesawat terbang Batavia Air.

Sebelum benar-benar menjadi srikandi pesawat terbang, dara kelahiran Kupang, 10 November 1989 ini sempat terganjal oleh restu sang ayah. Ayahnya hanya merestui ia masuk ke jurusan Air Traffic Controller, bertolak belakang dengan keinginannya menjadi penerbang.

Namun, berkat keuletan dan kegigihannya, Allend mendapat beasiswa sekolah penerbangan Batavia Air pada Oktober 2007. Masuknya Allend sebagai pilot Batavia Air, menjadikannya pilot termuda di Batavia Air.

Sebenarnya untuk menjadi pilot bukan pilihan utamanya. Awalnya, Allend bercita-cita menjadi dokter gigi, oleh karena itu sempat diterima di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Solo pada 2007. Tapi karena terpentok biaya, ia akhirnya memilih ke sekolah penerbang Aero Flyer Institute milik Batavia Air. Dia mengikuti ikatan dinas dengan Batavia selama 1,5 tahun sejak masa pendidikan selama dua tahun.

Anak bungsu dari M. Budi Kuntjo dan Mieke Radiana ini kini dipercaya menerbangkan Boeing tipe 737-300, 400, dan 500 untuk rute domestik.

ISMA KANIA DEWI

2016-09-29 09.39.42

Selepas lulus SMA Regina Pacis, Bogor, Isma Kania Dewi mendapatkan beasiswa untuk menuntut ilmu menjadi pilot di STPI Curug di Tangerang hingga memperoleh Commercial Pilot License Multi Engine Instructor Rating.

Pada tahun 1997 ia lulus sebagai Pilot Wanita Pertama dari Sekolah Penerbangan CURUG, Jakarta. Ia lantas bergabung bersama Garuda pada tahun 1998 dan berhasil menerbangkan Boeing 737 300-400-500 series, pesawat komersil pertamanya.

Isma lahir tanggal 4 Oktober 1975, sejak kecil Isma senang sekali kalau melihat orang dengan seragam pilot. Siklus hidup wanita ini ternyata sungguh mujur. Sempat menjadi pilot Qatar Airways.

Ia telah menerbangkan pesawat hingga ke Austria, Rusia dan Abu Dhabi. Saat Isma menjadi piot Etihad Airways – United Arab Emirates. (della/dari berbagai sumber).

loading...