Angkasa Pura 2

Bangun Kapal Pembangkit Listrik, Karadeniz Turki Ajak Industri Indonesia

Dermaga EnergiSabtu, 1 Oktober 2016
Karpowership Turki

ISTAMBUL (Beritatrans.com) – Karadeniz Powership, sebuah perusahaan pembangun kapal pembangkit listrik terkemuka di Turki membuka kesempatan kepada industri di Indonesia menjadi bagian dari mitra kerja untuk membangun kapal pembangkit listrik serta memasarkannya ke negara-negara ASEAN.

“Tawaran kami tidak hanya membangun kapal pembangkit di Indonesia melalui mitra kerja tetapi transfer teknologi sehingga tumbuh industri di Indonesia yang mensuplai berbagai komponen pendukung dan pendidikan bagi ahli-ahli Indonesia,” kata CEO Karadeniz Powership, Orhan Rezmi di Istanbul, Jumat (30/9/2016).

Seperti dikutip antaranews, Orhan menegaskan, perusahaannya mempunyai komitmen untuk membantu Indonesia membangun kapal pembangkit listrik yang menjadi solusi yang cepat dan murah untuk memberikan distribusi listrik ke sejumlah daerah.

“Indonesia merupakan negara kepulauan yang besar, namun punya masalah dalam distribusi listrik sehingga kapal pembangkit yang mudah dipindahkan menjadi solusinya,” katanya saat menerima belasan media di Kantor Pusatnya di Kahithane, Istanbul.

Ia mengungkapkan, pembangunan pembangkit di atas kapal hanya dibutuhkan waktu perakitan sekitar 3 sampai 4 bulan atau jauh lebih cepat jika membangun pembangkit di darat yang memerlukan waktu 4 sampai 5 tahun.

Penyataan itu sekaligus menjawab harapan Presiden Joko Widodo yang meminta agar kapal keenam yang akan dikontrak Pemerintah untuk mensuplai listrik di sejumlah daerah itu dibuat bekerja sama dengan BUMN antara lain PT PAL Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui PLN melakukan kontrak pembelian listrik dengan total kontrak 540 Megawatt dari lima kapal pembangkit milik Karpowership. Salah satu kapal yang sudah beroperasi di Amurang, Minahasa untuk membantu pasokan listrik di dua provinsi yaitu Gorontalo dan Sulawesi Utara sebesar 96 Megawatt dari kapasitas maksimal pembangkit sebesar 120 Megawatt.

Orchan menjelaskan, pada tahun pertama operasional kapal pembangkit yang dikontrak PLN dilakukan oleh pekerja Karpowership, namun selanjutnya akan dilakukan pelatihan bagi tenaga ahli lokal sehingga peran tenaga asing semakin berkurang.

“Bukan tidak mungkin semua dilakukan tenaga ahli lokal yang telah diberikan pelatihan,” tegas Ohan.(helmi/ant)

loading...