Angkasa Pura 2

Beri Toleransi Taksi Online 6 Bulan, Pengamat Bilang Kemhub Kurang Tegas

KoridorSabtu, 1 Oktober 2016
Djoko_Setijowarno

JAKARTA (beritatrans.com) – Pengamat transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setjowarno menilai pemberian toleransi kepada taksi online yang beroperasi tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 32 Tahun 2016 merupakan kebijakan yang kurang tegas.

“Kurang tegas,” kata Djoko kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Beritaa Trans di Jakarta, Sabtu (1/10/2016).

Djoko mengatakan, bagi taksi online, tambah lama diberi toleransi tentu saja semakin senang. Bahkan kalaupun diputusankan atau sanksi tegas diberlakukan, kemungkinan setelah cicilan kredit kendaraan mereka lunas.

“Tambah molor tambah senang. Lama-lama ketika diputusakan (diberlakukan sanksi tegas), cicilan (kendaraan) sudah selesai,” katanya.

Djoko tetap berpendapat, taksi online harus taat pada aturan yang telah dibuat pemerintah. Sebaliknya, taksi-taksi reguler juga harus merubah pola bisnisnya agar tetap dapat bersaing.

“Di Semarang ada taksi reguler (non online) yang sudah lama beroperasi. Sahamnya dimiliki oleh pengemudi yaitu Taksi Kosti,” kata Djoko.

Menurut Djoko, sistem manajemen Taksi Kosti mampu membuat taksi itu tetap bertahan dan berjaya hingga sekarang.

“Meskipun ada taksi-taksi baru yang bermunculan, termasuk munculnya Taksi Blue Bird. Kosti tetap berjaya,” ujarnya. (aliy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari