Angkasa Pura 2

Kerugian Akibat Kemacetan Jakarta Setara Dengan 14 Proyek Jembatan Suramadu

KoridorSabtu, 1 Oktober 2016
Macet di Kota Jakarta

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kemacetan lalu lintas di kota-kota besar di Indonesia makin parah. Kemacetan bukan hanya terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), tapi juga kota-kota besar lain di Tanah Air.

Sementara, kemacetan lalu lintas itu menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Selain itu juga pemborosan bahan bakar minyak (BBM) terutama jenis premium dan solar yang disubsidi negara melalui APBN.

Data Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2015 menunjukkan, kerugian akibat macet di Jakarta mencapai Rp65 triliun pertahun. Jumlah tersebut akan terus meningkat, karena realitas kemacetan lalu lintas makin parah belakangan.

“Jumlah itu setara dengan biaya pembangunan 14 jembatan Suramadu, yang menghubungkan Surabaya dengan Madura, Jawa Timur,” sebut data Balitbang PUPR tersebut.

Tol Suramadu

Kepala Lab Transportasi Unia Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, kemacetan lalu lintas sudah menjadi masalah krusial di kota-kota besar di Indonesia. Perlu langkah-langkah strategis dan berani untuk mengatasi kemacetan lalu lintas itu.

“Perlu langkah strategis untuk mengatasi kemacetan. Perlu ada rekayasa lalu lintas karena mengurai kemacetan ini harus by design, tak bisa dengan penyelesaian apada adanya atau alami,” katanya saat dikonfirmasi beritatrans.com itu.

Selanjutnya, menurut Djoko, Pemerintah dan pihak-pihak terkait harus terus membangun dan memberdayakan angkutan umum yang baik, selaman, aman dan nyaman serta terintegrasi.

“Transportasi ke depan harus mengedepankan angkutan umum. Dan kuncinya tranpsortasi umum harus efisien dan terintegrasi, sehingga masyarakat mau menggunakan angkutan umum,” papar ketua MTI Jawa Tengan ini.

Pembangunan proyek transportasi umum seperti MRT, LRT, KRL dan lan lainnya perlu terus ditingkatkan. “Pembangunan infrastruktur transportasi Pemerintah jangan hanya terfokus di Jabodetabek, tapi juga daerah lain di Indonesia,” sebut Djoko.

“Akan sia-sia membenahi transportasi di Jabodetabek, kalau daerah lain macet atau bahkan lebih macet. Distribusi barang dan orang dari Jakarta akan terhambat dan itu mengakibatkan ekonomi biaya tinggi. Disitulah perlunya membangun transportasi yang baik dan integrasi di Indonesia,” tegas Djoko.(helmi)

loading...