Angkasa Pura 2

Airbus – Kemhub Luncurkan Program Penerbangan Ramah Lingkungan

Bandara KokpitSenin, 3 Oktober 2016
Airbus-A880-Avionersdotnet

JAKARTA (Beritatrans.com) – Pabrikan pesawat berbasis di Eropa, Airbus menjalin kemitraan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemhub) untuk meluncurkan program penerbangan ramah lingkungan. Program tersebut diluncurkan untuk mengurangi dampak industri penerbangan terhadap lingkungan.

Kerjasama tertuang dalam perjanjian yang ditandatangani oleh Airbus Head of Environment Jean-Luc Tauipiac dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Suprasetyo pada ICAO World Aviation Forum on Aviation Partnerships for Sustainable Development di Montreal, Kanada.

Jean-Luc Tauipiac menjelaskan, program tersebut meliputi penawaran layanan dan keahlian khusus dari Airbus untuk membantu mewujudkan penerbangan yang lebih ramah lingkungan.

Kemitraan ini, kata dia, juga untuk mengembangkan kemampuan di bidang-bidang seperti inventarisasi dan sistem pemantauan data emisi sebagai persiapan dalam mengimplementasi ICAO Global Market Based Measure.

“Dengan bekerja bersama pelanggan kami dan membangun kemitraan jangka panjang, kami dapat menawarkan solusi khusus dan keahlian Airbus untuk membantu mereka memenuhi komitmen lingkungannya,” ujar Tauipiac dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Tauipiac menuturkan, manfaat dari kemitraan ini akan berjalan dengan baik jika dikombinasikan antara teknologi pesawat tercanggih, operasional pesawat terbaik, pengaturan lalu lintas udara yang telah dioptimalisasi, serta bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan. Dengan demikian, akan dapat meminimalisasi dampak industri pada lingkungan.

Komitmen Kurangi Dalam Lingkungan

Seperti dikutip laman kompas.com, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo menyambut baik kesempatan untuk menjalin mitra bersama Airbus. Menurut dia, Indonesia berkomitmen akan mengurangi dampak lingkungan industri penerbangan dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aspek pertumbuhannya.

“Pelajaran yang dapat kami ambil dari kolaborasi seperti ini akan menjadi landasan peningkatan kapasitas di masa depan untuk berkontribusi dalam pengurangan dampak lingkungan industri penerbangan, khususnya dengan terus bertumbuhnya permintaan akan transportasi udara di Indonesia,” tandas dia.

Sekadar Informasi, Airbus mempunyai program untuk memprakarsai praktik-praktir terbaik ramah lingkungan dan peningkatan operasional bersama maskapai di seluruh dunia. Program tersebut dinamai “Sustainable Aviation Engagement” yang telah diluncurkan sejak tahun 2015.(helmi/kom)