Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat Terima Aspirasi Pengemudi Taksi Online

Another NewsSenin, 3 Oktober 2016
IMG_20160928_134038

JAKARTA (beritatrans.com) – Sesuai rencana yang sudah dikemukakan Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto pekan lalu, hari ini dilakukan pertemuan dengan komunitas pengemudi taksi online.

Menurut Direktur Angkutan dan Multimoda Cucu Mulyana, pertemuan tersebut dilakukan dengan menerima aspirasi dan masukan tertulis dari para komunitas pengemudi taksi online.

“Nantinya masukan dan asipirasinya akan dijadikan sebagai bahan kajian pada PM No. 32 tahun 2016,” ujar Cucu menjawab beritatrans.com, Senin Malam (3/10/2016).

Kementerian Perhubungan sebelumnya menetapkan masa perpanjangan sosialisasi PM 32/2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek selama enam bulan.

Masa perpanjangan sosialiasi, berlaku sejak 1 Oktober 2016 bersamaan dengan pemberlakuan PM 32/2016 tersebut.

Taksi Online 1.300 cc

Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta menetapkan syarat utama mobil pribadi yang bisa menjadi armada taksi online adalah yang berkapasitas silinder di atas 1.300 cc.

Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan, aturan tersebut dilakukan saat pemilik kendaraan melakukan uji KIR untuk mendapatkan izin operasional taksi online.

“Aturan ini berlaku mulai Oktober 2016. Klasifikasi kendaraan untuk taksi online hanya yang memiliki kapasitas silinder mesin di atas 1.300 cc. Di bawahnya enggak bisa,” kata Andri.

Merujuk ketentuan itu, maka pemilik mobil-mobil low cost green car (LCGC) tidak bisa mendaftarkan diri sebagai pengemudi taksi online, lantaran berkapasitas silinder 1.000 cc-1.200 cc.

Mobil-mobil LCGC diantaranya Datsun Go, Datsun Panca, Suzuki Karimun Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, Toyota Cayla, dan Honda Brio.

“Mobil-mobil itu tdak bisa lagi dipergunakan sebagai mobil angkutan sewa berbasis aplikasi di wilayah DKI Jakarta. (omy)