Angkasa Pura 2

65% Lahan Sudah Siap, Konstruksi KA Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November 2016

EmplasemenSelasa, 4 Oktober 2016
kereta cepat

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sudah 65 persen lahan siap dibangun kereta cepat Jakarta-Bandung. Pekerjaan konstruksi diharapkan mulai November 2016.

“Lahan tersebut merata di seluruh wilayah, termasuk lahan sisi jalan tol,” ungkap Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China KCIC Hanggoro Budi Wiryawan kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Selasa (4/10/2016).

Bidang lahan tersebut, dia menjelaskan dibayar dari modal kerja Rp1,25 triliun. “Modal kerja ini baru terserap sekitar 30 persen untuk pembebasan lahan,” tuturnya.

Pekerjaan konstruksi di lahan itu, dia menuturkan diharapkan digelar mulai November 2016. Dana pembangunan bersumber dari pinjaman Bank Pengembangan Tiongkok (China Development Bank). Pinjaman tersebut sebesar 75 persen dari total pembiayaan proyek, yaitu 5,1 miliar dolar AS.

Terkait modal disetor, saat ini dia mengatakan akan mengupayakan untuk pemenuhan Tahap 1, yaitu 18 persen pada Oktober dari nilai invetasi, sekitar Rp10,5 triliun oleh konsorsium BUMN untuk proyek kereta cepat, yaitu PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans mencatat dalam pembangunan kereta cepat ini akan terdapat empat stasiun dan satu dipo.

Keempat stasiun tersebut berada di kawasan Halim (Jakarta), Karawang (Bekasi), Walini (Purwakarta), dan Tegalluar (Bandung) dan fasilitas operasi berupa dipo berada di Tegalluar.

Kereta cepat memiliki susunan bangku penumpang yang sama dengan kereta pada umumnya. Susunan bangku pun terdiri dari dua hingga tiga bangku. Hanya saja, bagian depan kereta ini berbentuk lonjong. Berbeda dari bentuk kereta pada umumnya uang berbentuk kubus.

Nantinya, frekuensi perjalanan akan mencapai 50 perjalanan per hari. Adapun jumlah kereta yang akan dioperasikan adalah sebanyak 11 kereta. Dengan kecepatan 350 km per jam perjalanan menempuh waktu 45 menit.

Pihak PT KCIC mengklaim kereta cepat ini akan menuai banyak manfaat seperti mengurangi kemacetan Jakarta-Bandung yang mencapai 140.000 orang per hari dan mengurangi kerugian materi akibat kemacetan Jakarta-Bandung sebesar Rp 7 triliun.

RRC DUKUNG
Pemerintah Republik Rakyat China (RRC) sebelumnya menyatakan optimistis pembangunan kereta api cepat Jakarta – Bandung akan selesai dalam dua tahun. Pihak Tiongkok meminta pemerintah Indonesia mendukung penuh pembangunan tersebut agar selesai tepat waktu.

“Sampai sekarang kami yakin bisa menyelesaikan kereta cepat Jakarta-Bandung pada 2019,” kata Profesor Zhao Gotang, Deputy Chief Engineer China Railway Corporation dalam diskusi di kantor Kemenlu RRC di Beijing, Senin (12/9/2016).

Zhao mengatakan, pemerintah Tiongkok mendukung penuh pembangunan kereta api cepat dengan langsung mendatangkan ahlinya yang sukses membangun jalur Beijing-Tianjin sepanjang 130 km. Dalam proyek kerja sama kereta api cepat yang pembangunannya ada di bawah naungan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Zhao memegang posisi sebagai Chief Engineer.(gus).

loading...