Angkasa Pura 2

Elly: Penerapan Angkutan Pemukiman, Solusi Kemacetan

KoridorRabu, 5 Oktober 2016
IMG-20161005-WA034

JAKARTA (beritatrans.com) – Permasalahan kemacetan di wilayah Jabodetabek terus memancing perhatian. Makin meningkatnya jumlah kawasan pemukiman dinilai sebagai salah satu pemicu kemacetan juga.

Hal itu lantaran minimnya angkutan umum yang menyebabkan penghuni pemukiman, gunakan angkutan pribadi. Melalui Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ), terus mendorong penyelesaian kemacetan dan akan diterapkan angkutan pemukiman.

Menurut K├Ępala BPTJ Elly Adriani Sinaga, penerapan angkutan pemukiman bisa menjadi salah satu solusi kurangi kemacetan lalu lintas di Jabodetabek.

“Melalui team kerja yang melibatkan anggota MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia), kami telah melakukan survey pada kawasan permukiman dengan responden rata-rata lima persen dari jumlah KK setiap permukiman di wilayah Jabodetabek,” urai Elly dalam rapat persiapan pengoperasian angkutan permukiman bersama seluruh pengembang dan operator bus di Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Hasil yang diperoleh adalah bahwa preferensi mau pindah ke angkutan permukiman premium rata rata 78%, dengan willingness to pay (WTP) 64% Rp13.000 s/d Rp18.000 per penumpang dan 46% , Rp19.000-Rp25.000 per penumpang.

“Artinya rata rata masyarakat permukiman sangat merespon positif,” tutur Elly.

Kebutuhan angkutan umum yang memenuhi standar kualitas, kenyamanan, keamanan, dan keterjangkauan tentu menjadi suatu tuntutan khususnya bagi masyarakat yang ada di kawasan pemukiman.

Hal inilah yang menjadi konsen BPTJ dalam mewujudkan pelayanan Trans Jabodetabek reguler melalui pelayanan angkutan permukiman sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.

“Kami akan segera melaunching angkutan permukiman dengan standar pelayanan kualitas premium bahkan diomond,” tegas Elly.

Nantinya, operator yang selama ini telah melayani akan diminta untuk diupgrade sesuai standar yang telah dibuat BPTJ.

“Harapan kami adalah jika ini jalan maka akan semakin banyak masyarakat yg akan menggunakan angkutan umum,” ungkap Elly. (omy)