Angkasa Pura 2

JAS Optimistis Peluang Bisnis Ground Handling terus Bertumbuh

Bandara Ekonomi & BisnisSabtu, 8 Oktober 2016
images(19)

BANDUNG (beritatrans.com) – Tantangan dan peluang PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) atau dikenal sebagai JAS Air Services masih besar. Hal itu menurut CEO JAS Adji Gunawan, lantaran pertumbuhan industri penerbangan terus menunjukkan peningkatan.

“Kami sebagai penyedia jasa ground support equitment (GSE) melihat prospeknya masih bagus ke depannya dan terus bertumbuh,” ujar Adji di Bandung, Sabtu (8/10/2016).

Untuk memberikan pelayanan terbaiknya, JAS menurut Adji terus berinovasi dan meningkatkan kapabilitas serta menambah jumlah layanan bandara.

“Saat ini jaringan JAS ada di 12 bandara,” kata Adji.

Bandara-bandara tersebut diantaranya Kuala Namu (Medan), Hang Nadim (Batam), Soekarno Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Adi Sutjipto (Yogyakarta), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Bali), Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Balikpapan), Lombok Praya (Lombok), Hasanudin (Makasar), Sam Ratulangi (Manado), serta Mozes Kilangin (Timika).

“JAS saat ini memiliki lima produk yakni layanan darat pesawat udara, layanan kargo, layanan ruang tunggu, “airport special assitance” (ASA), dan pelatihan komersial,” tutur Adji.

Dia mengemukakan, perusahaan pengelola bandara yakni PT Angkasa Pura (AP) I dan AP II ditempatkan JAS sebagai patner bukanlah kompetitor dalam hal jasa layanan.

“Dengan kompetensi yang diakui oleh maskapai pelanggan termasuk seluruh kepatuhan akan regulasi nasional dan internasional, kami berharap semua pihak tidak menganggap JAS sebagai pesaing,” imbuh Adji.

Dengan jumlah sumber daya manusia (SDM) mencapai 3.000 orang, menurut Adji, pihaknya optimis usahanya akan terus berkelanjutan dan dapat meningkatkan jumlah bandara yang dilayani.

“Memperbarui seluruh peralatan bagian dari peningkatan pelayanan dari kami,” pungkasnya. (omy)

loading...