Angkasa Pura 2

PT AP II Bangun Bangun Hotel Di Bandara Soetta Dan Kuala Namu

Bandara DestinasiSabtu, 8 Oktober 2016
IMG-20161006-WA0018

TANGERANG (Beritatrans.com) – PT Angaksa Pura II melalui anak perusahaanya PT Angkasa Pura Propertindo akan membangun hotel di kawasan bandara kelolaan perseroan. Sedikitnya ada empat hotel yang akan dibangun di berbagai bandara yang dikelola BUMN tersebut.

Selama ini, minat masyarakat terhadap tempat penginapan untuk transit di bandara cukup besar. Hotel tersebut salah satunya akan dibangun di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara yang berjarak 40 km dari Kota Medan. Selain itu juga membangun hotel di kawasan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Direktur Angkasa Pura Propertindo, Wisnu Raharjo mengatakan, untuk pembangunan hotel di kawasan Soekarno-Hatta Cengkareng, pihaknya tengah mengonsultasikannya dengan pihak pengembang dan konsultan properti.

“Di Bandara Soekarno-Hatta dalam waktu dekat akan dibangun hotel, sedang dalam penyusunan review konsep pengembangan hotel yang kira-kira cocok dengan kebutuhan pasar, tentunya kami cukup berhati-hati dalam membangun hotel mengingat di sekitar bandara sudah banyak hotel,” ujar Wisnu di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Jumat (7/10/2016).

Selain di Soekarno-Hatta, pihaknya juga akan menggunakan salah satu lantai di Bandara Kualanamu Medan untuk membangun 114 kamar transit maupun menginap.

Adapun alasan Angkasa Pura Propertindo membangun 114 kamar di Bandara Kualanamu, mengingat kebutuhan para pebisnis yang hanya memiliki waktu singkat untuk transit di bandara cukup besar.

Apalagi jika penumpang ingin menginap di hotel, untuk sampai pusat kota Medan berjarak sekitar 40 kilometer. Hal itulah yang mendasari pembangunan kamar penginapan di Bandara Kulanamu Medan.

“Peruntukan lantai itu dulu memang untuk perkantoran tetapi ada kebutuhan untuk hotel. Luasnya 7.000 meter persegi, bisa untuk dibangun 114 kamar,” tutur Wisnu seperti dikutip laman kompas.com.

Terkait pendanaan, pihaknya akan menganggarkan sebesar Rp 50 miliar guna membangun hotel tersebut. “Pendanaan full equity dari kami. Bulan depan pembangunan hotel transit di lantai mezanine bandara Kualanamu, di Agustus (2017) diharapkan sudah bisa digunakan,” tandas Wisnu.(helmi/kom)

loading...