Angkasa Pura 2

Ribuan Penari Membuka Festival Nusa Penida

DestinasiSabtu, 8 Oktober 2016
images (14)

SEMARAPURA (BeritaTrans.com) – Suara gamelan yang terdiri dari 2 buah kendang kecil dan kemplung mulai mengalun. Kemudian, ribuan pasukan pembawa tombak datang.

Mereka membentang membentuk barisan, dan menari di hamparan pasir putih Pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida.

Nusa Penida Festival ke-3 resmi dibuka, Jumat (7/10/2016) kemarin. Demikian tribunnews melaporkan.

Ribuan warga masyarakat Nusa Penida tumpah ruah di Pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida sore itu.
Mereka sengaja menantikan tarian sakral khas Banjar Pelilit, Nusa Penida, yakni Tarian Baris Jangkang.

Sekitar pukul 16.00 Wita, suara alat musik kemplung dan kendang mulai terdengar.

Seketika suasana yang awalnya semarak, berubah menjadi hening dan sakral.
Seribu pasukan penari jangkang tiba dan membentuk formasi di hamparan putihnya pasir Pantai Banjar Nyuh.

Sebanyak 500 penari berasal dari lima dusun di Desa Pejukutan, yakni Dusun Pelilit, Dusun Pendem, Dusun Karang, Dusun Ampel dan Dusun Pejukutan.

Sementara 500 penari lainnya berasal dari kalangan siswa SMP dan SMA/SMK di Nusa Penida.
Tiap penari menggengam sepucuk tombak. Dengan gagahnya mereka mengikuti nada gabelan yang terdengar sangat sederhana.

“Selain sebagai tari sakral, Baris Jangkang Pelilit juga memiliki nilai magis tinggi dan sulit untuk ditiru,” ujar Ketua Tari Baris Jangkang Desa Pakraman Pelilit, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Made Monjong.

Dituturkan, tarian ini berawal dari seorang warga desa asal Banjar Pelilit, Desa Pejukutan bernama I Jero Kulit. (lia).

loading...