Angkasa Pura 2

Tahura: Wisata Alam Sekaligus Sejarah

DestinasiSabtu, 8 Oktober 2016
IMG-20161008-WA026

IMG-20161008-WA035
BANDUNG (beritatrans.com) – Mengenalkan alam sekaligus sejarah dalam balutan pariwisata, memberikan nilai lebih bagi masyarakat luas yang ingin menambah wawasan.

Ya, dengan berkunjung ke Taman Hutan Raya (Tahura) IR. Juanda, Bandung, Jawa Barat, masyarakat dapat menikmati keindahan alam yang begitu asri. Mulai dari pepohonan nan rindang, air terjun, dan lukisan alam yang begitu indah.

Sembari menyusuri jalan yang dipenuhi hutan dan ditemani riak air sungai yang mengalir deras, serta sesekali kicauan centil burung-burung, ada dua lokasi sejarah yang dapat dieksplorasi.

Goa Jepang dan Goa Belanda, bagian dari sejarah yang menjadi saksi bahwa negara kita pernah dijajah oleh dua negara tersebut.
IMG_20161008_082229
Goa Jepang dengan empat pintu goa, dahulu dijadikan sebagai tempat persembunyian tentara Jepang. Memasuki goa tersebut, bisa dilakukan dengan dilengkapi senter sebagai alat bantu penerangan.

Bila tak membawa senter dari rumah, tak perlu galau, karena sudah ada yang menawari penyewaannya. Dengan mengeluarkan kocek sekitar Rp10.000/senter, pengunjung bisa menelusuri jejak-jejak masa silam.
IMG-20161008-WA075
Hanya berjarak beberapa ratus meter, pengunjung akan menemui Goa Belanda. Kendati cenderung lebih tua dibandingkan goa Jepang, namun sisa-sisa peninggalannya masih cukup banyak.

Didampingi gaet lokal, pengunjung diajak menyusuri mulai dari pintu masuk, terdapat rel yang sudah tidak aktif lagi.

Masa masa penjajahan, rel tersebut digunakan sebagai jalan menarik lori untuk membawa logistik dan barang lainnya.

Selanjutnya pengunjung diajak berkeliling ke beberapa tempat diantaranya ruang penjara yang masih terdapat sisa bekas pintu di dua sisinya.

Diinformasikan juga oleh gait, rangka besi yang masih terlihat kekar di salah satu sudut ruangan yang diungkapkan sebagai radio monitor pada zaman itu.

Berbeda dengan goa Jepang, goa Belanda sudah mengalami sedikit perubahan, seperti pengecetan dinding batu berwarna putih, walaupun sebagiannya sudah memudar warnanya.

Namun sayangnya, goa Belanda ‘dinodai’ sebagian pengunjung, dengan melakukan coretan di dinding-dinding goa.

Bagi pengunjung yang akan datang, dapat menggunakan transportasi darat dan memarkirkan kendaraannya di pintu masuk. Karen untuk menikmati seluruh rangkaian keindahan wisata Tahura itu, dilakukan dengan berjalan kaki.

Namun begitu, di salah satu area, ada tukang ojek yang bisa dimanfaatkan bagi pengunjung yang akan menikmati air terjun di curug Lalay, Koleang, Kidang, dan Maribaya, lokasinya cukup lumayan jauh.

Jadi, bagi masyarakat yang tak sekadar ingin menikmati aneka kuliner dan menjamah factory outlet yang tersebar di Bandung, bisa juga memilih Tahura sebagai ajang rekreasi. (omy)