Angkasa Pura 2

Kemhub Minta Perusahaan Taksi & Angkutan Online Tanggung Biaya Kir Dan SIM

KoridorMinggu, 9 Oktober 2016
dirjen hubdat 6-2

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan berharap perusahaan taksi konvensional dan jasa angkutan umum online menanggung biaya uji kir dan SIM pengemudi.

“Biaya ini dapat melibatkan koperasi di perusahaan tersebut atau pihak lain. Dengan demikian, bukan Kementerian Perhubungan atau Polri, yang menanggung biayanya,” tutur Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto.

Kepada BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans, Minggu (9/10/2016), mantan Kakorlantas Polri itu mengemukakan dengan pola perusahaan menanggung biaya tersebut maka dapat ditekan biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik dan pengemudi kendaraan.

Dia menuturkan selama ini untuk taksi konvesional, ada yang dioperasikan okeh perseorangan walaupun tetap dikendalikan oleh perusahaan atau koperasi. Karena kir dan SIM semestinya ditanggung oleh perusahaan atau koperasi.

“Prinsipnya terutama untuk SIM, sebaiknya biaya ditanggung oleh perusahaan. Kasihan pengemudi bila masih juga harus menanggung biaya perpanjangan SIM,” tuturnya.

Sedangkan Kemhub dan Polri dapat menyediakan fasilitas uji kir dan pelayanan SIM, yang khusus disediakan untuk angkutan umum, termasuk yang memasarkan produknya melalui media online.

“Untuk perpanjangan SIM, dapat juga memanfaatkan pelayanan SIM keliling yang disediakan Polri di banyak tempat,” tutur Pudji Hartanto.

Menyangkut angkutan umum online, dia mengemukakan pada prinsipnya pemerintah menyambut baik partisipasi masyarakat dalam menyediakan angkutan umum. Hanya saja, harus mematuhi persyaratan layaknya angkutan umum, terutama menyangkut aspek keselamatan. (awe).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari