Angkasa Pura 2

Polana: Aerocity Bandara Baru Yogyakarta Dilengkapi Kampus, Rumah Sakit & Logistic Park

BandaraSelasa, 11 Oktober 2016
aerocity New Yogyakarta International Airport

YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) – manajemen PT Angkasa Pura (AP) I menawarkan konsep aerocity untuk New Yogyakarta International Airport (NYIA). Aerocity merupakan konsep kota penyangga, yaitu sebuah kawasan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas selain permukiman warga.

“Aerocity nanti akan menawarkan kota terpadu dilengkapi dengan berbagai fasilitas mulai dari perumahan, sekolah, kampus, rumah sakit, logistic park, argovillage,” ujar Direktur Teknik PT AP I Polana B Pramesti di Yogyakarta.

Namun, konsep aerocity ini tidak akan menggusur sawahs-awah yang telah ada. Sebab, sawah-sawah tersebut justru akan tetap dipertahankan untuk menjadi daya tarik dan ciri khas Bandara NYIA.

Polana mengungkapkan, selain menyediakan terminal bandara bagi penerbangan langsung, AP I juga ingin memberikan manfaat lebih kepada pemerintah daerah setempat ataupun masyarakat sekitarnya. AP I nantinya memproyeksikan masyarakat dengan radius 5 km dari bandara bisa merasakan manfaat bandara baru tersebut.

“Selain berdampak kepada penerbangan, kami ingin bandara yang baru ini memberi manfaat lebih,” ucapnya seperti dikutip okezone.

Pihaknya akan mengundang investor yang tertarik menanamkan modalnya di area aerocity tersebut. Pihaknya ingin melibatkan para pengembang perumahan, perusahaan logistik, pengelola pusat pendidikan untuk samasama mengembangkan konsep perkotaan yang tertata. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan yang tidak terkontrol di seputaran bandara.

Untuk saat ini pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dan Pemerintah DIY. Koordinasi tersebut sangat penting karena AP I menginginkan agar kawasan aerocity tersebut masuk dalamPerda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Kalau masuk RTRW, maka nanti akan sesuai dengan peruntukannya,” ucapnya. NYIA akan diproyeksikan oleh AP I menjadi bandara terbesar ketujuh di Tanah Air.

Secara konsep, bandara ini nanti akan mampu dimaksimalkan untuk menampung sekitar 25 juta orang penumpang dalam setahun. Hanya untuk tahap awal, bandara ini akan dibangun dengan kapasitas 15 juta penumpang setahun.

NYIA termasuk dalam kategori bandara kelas bintang 5 di dunia, dengan tetap memperhatikan green concept atau tetap memperhatikan lingkungan karena sesuai dengan tuntutan dunia untuk tetap melestarikan alam. Oleh karena itu, persawahan nanti tetap akan dipertahankan. “Ini merupakan konsep bandara yang memang benar-benar baru,” ujarnya.

Direktur Utama PT AP I Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan, pihaknya ingin melibatkan masyarakat untuk memberikan kontribusi ke mana arah bandara atau kawasan bandara dilaksanakan.

Karena ke depan, pasti masyarakat banyak komentar. Sehingga pihaknya ingin mendengarkan semua elemen terkait mimpi bandara itu seperti apa. Untuk menyerap aspirasi tersebut, tahap pertama pihaknya mengundang seniman, budayawan dan sejarawan.

Yang kedua nanti akan mengundang dari kalangan fungsional supaya semua yang datang ke bandara terakomodasi. Setelah itu, pihaknya juga akan mendengarkan aspirasi dari pihak airlines, kemudian yang terakhir pihaknya akan mendengar aspirasi warga sekitar.

“Supaya nanti bisa dibicarakan di awal dengan terakomodir semua. Pengalaman di Bali, dua tahun sudah berdiri baru dikritik oleh masyarakat,” paparnya. (ani).