Angkasa Pura 2

Tommy: Seluruh Taruna OP Plus Harus Mengabdi Ke Negara Minimal Dua Kali Masa Studi

SDMSelasa, 11 Oktober 2016
Marihot dan Tommy

JAKARTA (Beritatrans.com) – Seluruh taruna officer plus (OP) di unit pelaksana teknis (UPT) Badan Pengembangan SDM Perhubungan harus mengabdikan ilmu dan pengalamannya untuk negara minimal dua kali masa belajar atau delapan (8) tahun sejak mereka menyelesaikan pendidikan.

“Setelah lulus nanti, mereka harus menjalani ikatan dinas untuk mengabdi pada negara minimal dua kali masa studi atau 8 tahun lamanya,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Dr. Wahju Satrio Utomo menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Menurutnya, para taruna OP itu rata-rata mengambil studi selama 4 tahun atau D-IV. “Jadi, ikatan dinas mereka minimal 8 tahun. “Setelah itu, baru boleh mundur jika akan berkarier di sektor lain,” jelas Tommy, sapaan akrab dia.

Masa ikatan dinas taruna OP di BPSDM Perhubungan sama dengan taruna Akpol atau Akmil dan lainnya. “Mereka sekolah dibiayai negara dan konsekuensinya harus mengabdi untuk negara minimal 8 tahun atau dua kali masa studi,” papar Tommy.

Taruna OP adalah penerima beasiswa penuh dari negara. Sejak awal, mereka dipersiapkan menjadi aparatur pemerintah. Oleh karena itu, seluruh biaya studi mereka ditanggung negara.

“Mereka itu yang kini tengah belajar di beberapa UPT seperti STIP Jakarta, PIP Semarang, PIP Makassar, Poltekpel Surabaya dan kampus transportasi lainnya,” sebut Tommy.

Dia menambahkan, saat ini sedikitnya ada 27 taruna OP STIP Jakarta segera diberangkatkan untuk magang kerja di selurut UPT BPSDM Perhubungan.

“Mereka adalah taruna STIP Jakarta yang baru saja turun kapal mengikuti prala. Mulai smester ganjil tahun 2016, meraka akan mulai magang kerja,” terang Tommy.

“Saat lulus nanti, seluruh taruna OP sudah dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup. Ditambah pengalaman magang kerja di tahun terakhir masa studi mereka,” tegas Tommy.(helmi)

loading...