Angkasa Pura 2

Ditjen Hubud Perbaiki Perangkat Pendukung dan Penerapan SOP

BandaraKamis, 13 Oktober 2016
IMG-20160803-WA074

JAKARTA (beritatrans.com) – Meningkatkan pengawasan dan pengendalian di lapangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan berkomitmen memperbaiki perangkat pendukung dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) penerbangan.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo, seiring dengan peningkatan pertumbuhan dan pangsa pasar transportasi udara menunjukkan bahwa Industri penerbangan di Indonesia memiliki peran penting dalam kegiatan perekonomian.

Otoritas Bandar Udara (Otban) sebagai Regulator yang memiliki tugas pokok dan fungsinya melakukan pengawasan dan pengendalian di lapangan, dikatakan Suprasetyo, harus lebih meningkatkan kinerjanya dalam hal keamanan dan keselamatan penerbangan serta Pelayanan Penerbangan.

“Untuk itu perlu diwujudkan kerjasama yang baik antara Otban sebagai Regulator dengan operator,” ungkap Suprasetyo dalam Rapat Koordinasi Teknis Otban 2016 di Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Hingga saat ini, dijelaskan Suprasetyo, ada beberapa peraturan yang diterapkan yakni di bidang angkutan udara, bidang keamanan penerbangan, dan bidang kelaikudaraan.

Untuk angkutan udara, diterapkan integrasi dengan aplikasi Slot Time Indonesia Airport Slot Management (IASM) pada delapan lokasi Bandara yakni Soekarno Hatta, Kualanamu, Ngurah Rai, Juanda, Sultan Hasanuddin, Mahmud Badaruddin II, Sultan Aji Muhammad Sulaiman, dan Sentani.

“Selanjutnya juga sudah diterapkan online Aplikasi Simponi (PNBP Online), Monitoring Dash Board On Time Performance terintegrasi dengan Aplikasi Slot Time 25 bandara serta PT AP I, PT APII dan Airnav Indonesia, serta terintegrasi dengan info Kemenhub 151, urai Suprasetyo.

Sedangkan di bidang Keamanan Penerbangan, dilakukan deregulasi Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 153 Tahun 2015 Tentang Pengamanan Kargo Dan Pos Serta Rantai Pasok (Supply Chain) Kargo dan Pos Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara.

“Permasalahan saat ini adalah belum adanya perusahaan yang mau berinvestasi di bandar udara yang memiliki volume tonase kargo sedikit,” imbuh Suprasetyo.

Selanjutnya juga telah dilaksanakan penerbitan Lisensi Personil Keamanan Penerbangan Berbasis Online, dimana Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan di bidang Keamanan Penerbangan dan instansi tempat personil keamanan penerbangan, wajib melakukan registrasi terlebih dahulu dan setiap Personel Keamanan Penerbangan wajib mengikuti pengujian menggunaan Computer Based Test (CBT).

“Terakhir di bidang kelaikudaraan, telah diterapkan Perizinan Online Personel Operasi Pesawat Udara dengan keunggulan efisiensi waktu dalam pengajuan izin baru,” kata Suprasetyo.

Bila secara manual 10 hari kerja maka kini dengan berbasis aplikasi menjadi dua hari kerja yang juga terintegrasi dengan aplikasi simponi. (omy)

loading...