Angkasa Pura 2

Runway Tak Berpagar, Bandara Trunojoyo Sumenep Belum Bisa Didarati Pesawat ATR 72

BandaraKamis, 13 Oktober 2016
images (7)

SUMENEP (BeritaTrans.com)  - Pembebasan lahan untuk pemagaran sekeliling ‘runway’ Bandara Trunojoyo Sumenep terancam gagal karena anggaran yang disiapkan pemkab setempat, kurang dari kebutuhan.

“Pihak Bandara memang meminta kepada pemkab, agar lahan untuk pemagaran bisa segera dibebaskan. Dengan begitu, diharapkan pesawat jenis ATR 72 bisa segera beroperasi di Bandara Trunojoyo,” kata Wakil Bupati Sumenep, A. Fauzi, Kamis (13/10/2016).

Namun ia mengakui masih ada kendala terkait anggaran untuk pembebasan lahan tersebut, mengingat ada pemilik yang meminta semua lahannya dibebaskan.

“Kalau semua lahan dibebaskan, perlu dana sekitar Rp 44 miliar. Padahal dana yang disiapkan hanya Rp 11 milyar. Ini kan perlu proses,” ujarnya

Saat ini ‘runway’ Bandara Trunojoyo telah diperpanjang menjadi 1.600 meter, dengan lebar 30 meter. Semula panjangnya 1.120 meter dengan lebar 23 meter. Selain perpanjangan ‘runway’, pengerjaan pengembangan Bandara Trunojoyo berupa pembuatan ‘apron’ atau pelataran pesawat seluas 80 meter x 75 meter, juga telah tuntas dikerjakan.

images (8)

Namun meskipun secara ukuran ‘runway’ Bandara Trunojoyo telah memenuhi syarat untuk pesawat komersial jenis ATR 72, namun pengoperasian ‘runway’ baru, terkendala dari sisi kemanan, yakni belum adanya pagar di sekeliling bandara.

Sementara posisi pagar sekeliling bandara berada di lahan yang belum dibebaskan. Termasuk di sekitar ujung pendaratan ‘runway’ 12. Total lahan yang diperlukan seluas 5,18 hektar.

“Sesuai ‘master plan’, lahan yang akan dibebaskan seluas 5,18 hektar, untuk pemagaran. Sekarang kami masih dalam proses pembicaraan dengan pemilik lahan,” ungkapnya.  (ray/sumber beritajatim).

loading...