Angkasa Pura 2

Menteri PAN-RB: Sekolah-Sekolah Kedinasan Diarahkan Menjadi Pendidikan Vokasional

SDMJumat, 14 Oktober 2016
Asman Abnur1

JAKARTA (Beritatrans.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, agar pola pendidikan di sekolah-sekolah kedinasan di Kementerian/ Lembaga Negara diarahkan ke pendidikan vokasional. Mereka nanti bukan hanya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu secara terori, sekaligus mempunyai bekal pengalaman praktis di dunia nyata.

“Mereka harus disiapkan mampu menjadi aparatur sipil negara (ASN), sekaligus bisa menjadi operator transportasi bahkan mampu menginisiasi menjadi pelaku usaha yang mandiri,” kata Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur di depan civitas academika Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi, Kamis (13/10/2016).

Selama ini, alumni sekolah transportasi seperti pelayaran dan penerbangan banyak tak mau menjadi ASN. Tapi berbeda dengan alumni STTD misalnya, mereka sebagian besar menjadi ASN. “Kualitas lulusan sekolah kedinasan seperti STTD ini harus ditingkatkan sebagai pendidikan vokasional. Mereka juga mampu bersaing seperti untuk bekerja di BUMN transportasi seperti KAI, Perum DAMRI, Perum PPD, MRT dan lainnya,” jelas Asman lagi.

Politisi PAN itu meminta, orang sekolah termasuk taruna STTD bukan hanya untuk mengejar jabatan atau naik pangkat. Yang lebih penting adalah, bagaimana meningkatkan kapasitas dan kualitas diri. “Dengan kemampuan yang tinggi, mereka akan siap berkarya. Bisa mengabdikan kemampuannya untuk ikut membangun bangsa dan negara,” kilah Asman.

Ke depan, menurut Menteri PAN-RB itu, dosen atau instruktur yang mengajar di sekolah transportasi seperti STTD, STIP, STPI dan lainnya jangan hanya mengandalkan Widya Iswara. Sekali waktu mendatangkan orang-orang profesional dari bidang tertentu untuk mengajar dan memberikan pengayaan kepada taruna transportasi.

“Jadi, orang tamat Diklat Pimpinan I (PIM l) benar-benar mampu dan memiliki pengalaman lebih. Kita harus men-design pola pendidikan kedinasan yang terintegrasi satu sama lainnya,” papar Asman.

“Masalah pendidikan, kenegaraan dan menggabungkan seluruh kemampuan dan komptensi yang dibutuhkan di lapangan. Mereka juga harus dididik dan disiapkan secara bersama, sehingga memiliki jiwa kebersamaan dan kepedulian pada bangsa dan negara serta masyarakat sesamanya,” sebut Asman.

ASN Menjadi Perekat NKRI

Wapres Jusuf Kalla (JK) tambah Asman, meminta agar seluruh ASN di Indonesia sebagai perekat dsan pemersatu bangsa atau NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). “ASN di Indonesia tak boleh lagi terkotak-kota antara Papua, Jawa, Maluku, Kalimantan dan lainnya,” kata Asman menirukan Wapres JK.

Menteri PAN-RB itu mengusulkan, agar seluruh taruna pembibitan baik di STTD, IPDN dan lainnya setelah lulus bukan langsung di kembalikan ke daerah asalnya. “Mereka diberi waktu untuk magang di tempat lain. Misalnya, putra Papua ditempatkan di Jawa dan sebaliknya atau daerah lain di Indonesia,” terang Asman.

“Setelah setahun mengabdi di darah lain, boleh minta pulang ke daerah dan mengabdi di kampung halamannya. Dengan begitu, mereka akan memiliki rasa kebersamaan, persatuan dan tidak terkotak-kotak. Isu SARA tak boleh lagi berkembang, bahan harus mampu merekatkan dan memperkyuat NKRI,” tegas Asman Abnur.(helmi)

loading...