Angkasa Pura 2

Dies Natalis Ke-95, PIP Makassar Gelar Seminar Nasional Tentang Prodi KALK

SDMKamis, 20 Oktober 2016
Wahid Seminar

JAKARTA (Beritatrans.com) – Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makasaar menggelar acara Dies Natalis yang ke-95 di tahun 2016. Perayaan Dies Natalis dilaksanakan di Kampus PIP Makassar Jalan Tentara Pelajar No. Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (18/10/2016).

Perayaan Hari Jadi PIP Makassar ke-95 itu diisi dengan Seminar Nasional dengan tema ”Sinergisasi Kompotrensi Lulusan Ketatalaksanaan Angkutan Laut Dan Kepelabuhanan PIP makassar Dengan Industri Pelayaran Dalam Mendukung Tol Laut”.

Seminar nasional ini menghadirkan tiga pembicara utama dari kalangan praktisi pelayaran baik pusat atau daerah Makassar. Mereka itu adalah Dr.HM. Rudhy Syahrudin, SH, MBA, MH, DPD INSA Makassar, Dr (KKNI). Sato M.Bisri, M.Mar, Praktisi Angutan Laut Jakarta dan H.Usman Amin, S.SiT, M.Si, praktisi bisnis pelayaran Makassar.

“Seminar nasional diikuti civitas akademika PIP Makassar, dosen dan akademisi, praktisi serta tamu undangan lain di Kota makassar dan Sulawesi Selatan lainnya,” kata Direktur PIP Makassar H.Ahmad Wahid, MT, M.Mar.E saat dikonfirmasi beritatrans.com di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Dies Natalis PIP Makassar tahun 2016, lanjutnya, dilakukan dengan sederhana, tapi penuh arti. Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, PIP Makassar menggelar seminar nasional yang membahas isu-isu aktual di masa kini. “Tema sinergisasi prodi KALK dengan kalangan industri dan pengguna ulusn (end user) khususnya di wilayah Makassar dan Indoensia pada umumnya,” jelas Wahid.

Sejalan dengan program Tol Laut dan Indonesia menjadi Poros Maritim dunia, menurut Wahid, lembaga diklat seperti PIP Makassar perlu mencari saran, masukan dan sekaligus menyusun konsep pendidikan dan latiyan (diklat) khususnya untuk taruna prodi KALK.

“Perwira lulusan KALK harus dibekali dengan imu dan pengetahuan serta pengalaman praktis di lapangan yang memadahi, Saat mereka lulus, tidak kaget bahkan bisa langsung bekerja sesuai dinamika dan kebutuhan di lapangan,” tukas Wahid.

Dunia usaha dan dinamika sektor pelayaran dan kepelabuhan berkembang demikian cepat. Kebutuhan sektor pendukung termasuk SDM profesional juga mengalami perubahan sesuai kondisi di lapangan. “Semua itu harus bisa diantisipasi dan disiapkan oleh lembaga diklat pelaut yang hebat, termasuk PIP Makassar salah satunya,” sebut Wahid.

“Disnilah lembaga pendidikan tinggi seperti PIP Makassar perlu menyusun konsep dan rumusan kurikulum yang terbaik. Bagaimana kita harus mendidik dan menyiapkan seluruh infrastruktur, konten kurikulum serta metode pembelajaran yang terbaik guna menghasilkan lulusan prodi KALK yang terbaik,” papar Wahid.

PIP Makassar Seminar1f

Tingkatkan Link And Match

Kepala BPSDM Perhubungan Dr. Wahju Satrio Utomo dalam berbagai kesempatan menegaskan perlunya peningkatakan kualitas diklat dan lulusan yang dihasilkan khususnya di sekolah-sekolah transportasi di Tanah Air. “Seluruh program diklat transportasi harus tetap mengacu pada link and match dan diaplikasikan dengan baik dan benar,” sebut dia.

Menurut Wahid, seluruh prodi di sekolah-sekolah transportasi termasuk PIP Makassar harus dipastikan sesuai kebutuhan dan dinamika pasar (link and match). “Jangan sampai PIP Makassar mendidik taruna yang tidak dibutuhkan pasar termasuk prodi KALK,” kilah pelaut senior itu.

Orang nomor satu di PIP Makassar itu bertekad institusi yang dipimpin untuk mendidik dan menyiapkan seluruh taruna termasuk KALK yang terbaik. Mereka disiapkan dengan konsep link and match yang tinggi.

“Program diklat taruna harus sesuai dan benar-benar dibutuhkan pasar. Jadi, saat lulus, mereka bisa diterima dan terserap dunia kerja, bukan sebaliknya justru mencetak pengangguran terdirik baru,” kilah Wahid.

Menurut dia, Prodi KLAK khususnya di PIP Makassar tetap dibutuhkan dunia kerja. Faktanya, seluruh lulusan KALK PIP Makassar selalu terserap pasar, bahkan sebagian besar alumni cukup sukses meniti karier di berbagai lembaga dan instansi termasuk Pemerintah, BUMN, perusahaan pelayaran dan lainnya.

Yang perlu dilakukan ke depan, tambah Wahid, bagaimana pola diklat prodi KLAK terus ditingkat kualitasnya, disesuikan dengan kebutuhan pasar. “Para taruna harus dididik dan dibekali dengan kemampuan teknis pelayaran. Mereka juga dibekali dengan kemampuan nonteknis, seperti Bahasa Inggris dan penguasaan IT yang baik. Selain itu juga sikap dan perilaku serta kemampuan berkomusikasi dan bersosialisasi dengan baik dan benar,” tegas Wahid.(helmi)