Angkasa Pura 2

Bangun SDM Papua

BPSDM Perhubungan Dukung Wujudkan BBM Satu Harga Dan Keadilan Sosial Di Indonesia

Ekonomi & Bisnis Energi SDMSabtu, 22 Oktober 2016
Tommy Tari Perang

JAKARTA (Beritatrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan harus menyiapkan SDM unggul untuk mendukung program BBM Satu Harga dan Keadilan Sosial yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja di Yahukimo, Papua.

“Ada kebijakan Presiden Jokowi yang mengedepan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk warga Papua dan Papua Barat. Daerah lain di Indonesia yang mengalami kesenjangan seperti Maluku, Maluku Utara, NTT dan lainnya juga harus mendapatkan perlakuan yang sama,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Dr. wahju Satrio Utomo di Jakarta, Jumat (21/10/2016) petang.

Dalam kunjungan kerja ke Yahukimo, Papua pekan lalu, menurut Tommy, sapaan akrab dia, Presiden Jokowi mencanangkan program BBM Satu Harga. BBM jenis premum, solar, dan lain di Papua harus ada dan dijual dengan harga sama dengan daerah lain. “Disparitas harga harga yang terjadi selama ini harus ditekan bahkan dihilangkan,” sebut Tommy.

Direktur Utama PT Pertamina Dwi Sutjipto yang hadir saat itu pun memberikan masukan terkait program BBM satu Harga itu. “Jika nanti direalisasikan bisa saja. Konsekuensinya Pertamina akan rugi sampai Rp800 miliar per tahun. Pertamina harus mensubsidi harga-harga BBM di Papua,” jelas Tommy menitukan.

Tapi, apa respon Presiden Jokowi yang kemudian mendapatkan applaus dari para Gubernur dan Bupati di Papua. “Saya tak bicara untung atau rugi. Kita harus mewujudkan keadilan sosial di Tanah Papua dan daerah lain di Indonesia. Selama ini, mereka telah mendapatkan perlakuan tidak adil untuk mendapatkan BBM,” kata Jokowi lagi.

Seperti diketahui, harga premium di Papua mencapai Rp100 ribu per liter pada waktu tertentu. Kalau cuaca buruk dan tak ada penerbangan yang masuk, maka harga BBM dan juga bahan kebutuhan pokok lainnya akan langsung melonjak.

“Jika tak ada pesawat yang masuk, harga BBM dan sembako langsung melonjak. Distribusi barang dan jasa di Papua mengandalkan angkutan udara,” papar Tommy lagi.

Konsekuensi program Presiden Jokowi baik BBM Satu Harga dan Keadilan Sosial Bagi Papua, tambah Tommy, maka BPSDM Perhubungan harus membangun dan menyiapkan SDM transportasi yang unggul di Papua.

“Dengan SDM yang baik serta fasilitas dan jaringan transportasi yang terus dibangun, maka distribusi barang dan jasa makin lancar. Harga barang dan jasa di Papua dan Papua Barat perlahan akan teratasi dan bisa ditekan semaksimal mungkin,” kilah Tommy.

BPSDM Perhubungan dengan seluruh kampus transportasi yang ada harus ikut peduli membangun dan memberdayakan putra-putri Papua. Kuota pendidikan untuk putra Papua akan ditambah dan disekolahkan di UPT BPSDM Perhubungan.

“Selanjutnya mereka dikembalikan ke daerah untuk membangun jaringan transportasi dan sistem logistik di daerahnya. Fasilitas dan infrastrruktur transportasi seperti bandara, pelabuhan, terminal dan lainnya harus dikelola SDM profesional. Tugas kita bersama untuk ikut mewujudkan program pemerintahan Jokowi-JK itu,” tegas Tommy.(helmi)

loading...