Angkasa Pura 2

Masalah Kelebihan Muatan Jadi Topik Hangat Dalam Diskusi ITC

KoridorSabtu, 22 Oktober 2016
20161021_162949-1-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Masalah over load (kelebihan muatan ) dan over demensi pelanggaran terhadap ukuran kendaraan menjadi diskusi hangat pada acara Indonesia Truckers Club (ITC), di Jakarta, kemarin.

Deiskusi menampilkan pembicara Karlo Manik dari Ditjen Hubdat, Kemenhub dan Singgih Karyawan dari Ditjen Bina Marga dengan moderator Ketum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan. Diskusi ini merupakan sesion terakhir dari rangkaian acara Asean Trucking Federation (ATF).

Karlo Manik mengatakan pemerintah akan membatasi muatan dan ukuran kendaraan sesuai dengan ketentuan berdasarkan kemampuan klas jalan dengan menerapkan PM 134 Tahun 2015.

Sejumlah pengusaha angkutan mempertanyakan pelaksanaan PM 134/2015 tentang Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan Bermotor di Jalan. Karena menurut ketentuan tersebut bila kelebihan muatan melebihi 20% dari daya angkut ditetapkan, kendaraan dilarang meneruskan perjalanan atau disuruh kembali lagi ke tempat pemberangkatan.

Menanggapi pertanyaan pengusaha angkutan, Karlo Manik menegaskan pemerintah tetap membatasi muatan sesuai dengan ketentuan.

Setelah PM 134 diberlakukan nanti (disebut sebut Desember 2016-red) semua kendaraan angkutan barang harus dicek berat muatannya melalui penimbangan.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan jika aturan tersebut dilaksanakan dipastikan operator truk akan menaikkan ongkos angkut barang sekitar 50%.

Gemilang juga mengatakan investasi truk itu sangat mahal sedangkan saat ini ongkos angkut barang tergolong murah. “Otomatis kalau muatan dibatasi atau tidak boleh over tonase pengusaha akan mengambil langkah menaikkan ongkos angkut barang,” paparnya.

Karlo mengatakan meskipun ada pembatasan muatan kendaraan, pengusaha angkutan barang saat ini masih lebih beruntung karena Kemenhub belum pernah menerapkan aturan pembatasan usia kendaraan.

Dalam kesempatan itu sejumlah pengusaha menampik satu satunya penyebab kerusakan jalan karena dilalui kendaraan kelebihan muatan tapi lebih banyak akibat banjir atau genangan air.

Pernyataan pengusaha angkutan ini dibenarkan Singgih Karyawan . Pejabat dari Ditjen Bina Marga ini mengatakan kerusakan jalan juga sering akibat drainase yang buruk.
(wilam)

loading...