Angkasa Pura 2

Pertamina Bisa Minta Bantuan TNI/Polri Jika Awak Truk Tangki Mogok

Aksi Polisi Energi KoridorSelasa, 25 Oktober 2016
Depo Plumpang

JAKARTA (Beritatrans.com) – Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara akan tetap beroperasi seperti biasa. PT Pertamina Patra Niaga (PPN), anak perusahaan PT Pertamina (rsero) menjamin kelancaran angkutan BBM meski ada anca$an mogok kerja para awak truk tangki BBM.

“PPN sudah siap dengan sopir cadangan baik yang di standby di terminal BBM Plumpang maupun terminal-terminal lain diseluruh Indonesia,” kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Arsono Kuswardanu di Jakarta, Selasa (25/10/2016).

“Pertamina bisa meminta bantuan pengemudi dari personel TNI dan Polri untuk situasi tertentu. Dengan demikian maka penyaluran BBM tetap akan berjalan sebagaimana mestinya walau pun misalnya ada kasus berhenti kerja para AMT,” jelas Arsono lagi.

Pengamat Direktur Puskepi Sofyano Zakaria menambahkan, Terminal BBM yang merupakan objek vital nasional, pengamanannya pada dasarnya, merupakan tanggung jawab dari aparat keamanan terkait. 

“Isu stop kerja yang bisa menimbulkan keresahan publik harusnya menjadi perhatian serius pihak aparat keamanan dan ini harus diantisipasi sejak dini,” ujar Sofyano lagi.

“Pesan berantai yang beredar bisa dimaknai sebagai upaya menimbulkan kepanikan harus dicegah oleh aparat keamanan,” sebut Sofyano.

Dibesar-Besarkan

Beredarnya pesan berantai yang meng-infokan akan terjadi stop operasi penyaluran BBM ke SPBU-SPBU di Jabodetabek oleh para Awak Mobil Tangki (AMT).

Menurut belasan sopir angkutan BBM di terminal BBM atauDepot Plumpang, terkesan terlalu dibesar-besarkan.

Amir, salah satu awak truk tangki BBM itu, jumlah AMT yang melayani angkutan BBM ke wilayah Jabodetabek, setiap hari tidak kurang dari 1000 orang dan hanya sedikit yang berkait dengan Pertamina Patra Niaga.

Para sopir mobil tangki, terikat kontrak kerja dengan beberapa perusahaan swasta yang merupakan mitra kerja dengan anak anak perusahaan Pertamina.

“Kami sejak dulu, adalah tenaga out sourcing dari perusahaan penyedia tenaga kerja sopir,” tukas Amir lagi.

Masih menurut keterangan beberapa sopir, sejak dulu, setiap hari Pertamina selalu menyiapkan sopir-sopir cadangan untuk mengisi kekosongan jika ada sopir yang tidak masuk kerja.

“Jadi, angkutan BBM selalu bisa berjalan dan pengiriman selalu lancar walau ada sopir yang libur kerja atau berhalangan masuk kerja,” tandas Amir lagi.

Info yang diperoleh, memang ada puluhan sopir yang berjuang dan berharap diangkat sebagai sopir pekerja tetap di Pertamina Patra Niaga. Tetapi mereka itu salah paham dan melupakan bahwa sejak awal kerja sebagai sopir angkutan BBM.

Mereka membuat kontrak kerjanya bukan dengan Pertamina Patra Niaga tetapi dengan perusahaan swasta, mitranya Patra Niaga.(helmi)

  • randi galih may suryana

    Tangerang barat