Angkasa Pura 2

Masyarakat Jangan Panik, Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman Dan Lancar

Ekonomi & Bisnis Energi KoridorRabu, 26 Oktober 2016
Arsono Kuswandaru1

JAKARTA (Beritatrans.com) – Masyaràkat Indonesia khususnya di wilayah kerja PT Pertamina Pemasaran (UPMS) IIII yang meliputi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat tidak perlu panik dan akan tetap mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) karena distribusi BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dijamin tetap berjalan lancar.

“PT Pertamina dan PT Pertamina Patra Niaga menjamin kegiatan distrbuisi BBM berjalan seperti biasa. Pertamina Patra Niaga bersama para mitranya berkomitmen akan menjamin kelancaran distribusi BBM ke seluruh SPBU,” kata VP Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Arsono Kuswardanu didampingi Manager Communication & CSR Bahtra Insan Tarigan di Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Menurutnya, Pertamina Patra Niaga (PPN) telah emnbyiapkans ejumlah langkah untuk mengantisipasi rencana mogok kerja awak mobil tangki (AMT) dari Depo Plumpang, Jakarta Utara. Sesuai rencana, sejumlah AMT akan melakukan aksi mogok kerja pada Selasa (1/11/2016) mendatang.

Sebagai antisipasi terhadap ancaman mogok kerja AMT di Depo BBM Plumpang, menurut Soni, sapaan akrab Arsono, Manajemen PPN melakukan langkah-langkah antisipasi sebagai berikut. PPN siap mengambil langkah secukupnya bersama piha terkait untuk menjamin pasokan BBM tetap aman ke masyarakat.

“Pertama, menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan pengawasan dan koordinasi terpadu untuk mencegah hal-hal yang merugikan. Selanjutnya berupaya menjamin kelancaran distribusi BBM ke seluruh SPBU selama masa ancaman mogok kerja AMT,” jelas Soni.

Selanjutnya menyiapkan AMT cadangan sebagaimana prosedur dalam penanganan AMT. Termasuk kemungkinan PPN menggunakan tenaga bantuan dari TNI Divisi Perbekalan & Angkutan (Bekang) AD.

Kedua, menurut Soni, melakukan koordinasi dengan aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk pengamanan atas kemungkinan terjadinya tindakan anarkis oleh pengunjuk rasa.

Jika diperlukan, papar Soni, malukan antisipasi dengan alih supply dan meningkatkan pasokan BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak H-7 sampai dengan H+7.

“Membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan pengawasan dan koordinasi terpadu untuk mencegah hal-hal yang merugikan, serta berupaya menjamin kelancaran distribusi BBM ke seluruh SPBU selama masa ancaman mogok kerja AMT,” tegas Bahtra menambahkan.

Bahtra meminta, seluruh AMT tetap bekerja sesuai ketentuan dan kesepakatan kerja bersama (PKB) dengan pihak Pertamina Patra Niaga. Jangan sampai pasokan BBM tersendat dan mempengaruhi harga barang dan jasa di Tanah Air.

“BBM termasuk komoditas yang meguasai hajat hidup orang banyak. Jangan sampai memngganggu distribusi BBM, karena bisa berdampak buruk dan mengganggu stabilitas ekonomi nasional. Jika sampai terjadi, maka seluruh rakyat akan menderita termasuk orang-orang kecil tak berdosa,” tegas Bahtra.(helmi)

loading...