Angkasa Pura 2

Aksi Mogok AMT Depo Plumpang Jangan Halangi Orang Lain Untuk Kerja

Energi KoridorKamis, 27 Oktober 2016
Depo plumpangg

JAKARTA (Beritatrans.com) – Manajemen PT Pertamina Patra Niaga meminta awak mobil tangki (AMT) yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Transportasi Indonesia (FSBTI) dan akan melakukan aksi mogok kerja melakukan aksinya dengan damai, tertib. Jangan menghalangi orang lain dan menghormati mereka yang akan bekerja dan mencari nafkah untuk keluarganya.

“Mau mogok kerja silakan, itu hak dia. Tapi jangan halangi pekerja yang lain untuk bekerja, karena mereka butuh uang untuk keluarganya. Mereka mempunyai hak yang sama di depan hukum. Mereka akan tetap bekerja karena memang mencari nafkahnya disana,” kata Manager Corporate Communication & CSR PT Pertamina Patra Niaga Bahtra Insan Tarigan saat dikonfirmasi Beritatrans.com di Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Seperti diketahui, lanjut dia, Depo Plumpang merupakan objek vital negara yang akan dijaga dan diamankan aparat negara, khususnya TNI dan Polri. Selain itu, BBM yang didistribusikan dari Depo Plumpang meliputi seluruh SPBU di DKI Jakarta, sebagian Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat, terutama Bekasi, Depik, Bogor dan Sukabumi.

“Data Depo Plumpnag menyebutkan, setiap hari volume BBM yang didistribusikan dari depo ini menjadi 15.000 kilo liter (KL). Bisa dibayangkan, berapa ribu kendaraan yang membutuhkan pasokan BBM berbagai jenis seperti premium, solar, pertamax dan lainnya yang harus dipasok dari Depo Plumpang. Sangat tinggi pertaruhannya jika Depo Plumpang tidak beroperasi,” papar Bahtra.

Seperti beredar di masyarakat melalui medsos, pada tanggal l November 2016 puluhan anggita AMT akan melakukan aksi mogok kerja di Depo Plumpang, Jakarta Utara. Mereka menuntut untuk diangkat menjadi karyawan tetap dan membayarkan gaji dan uang kesejahteraan yang belum mereka terima.

“Mogok itu memang menjadi hak buruh atau karyawan. Tapi, mereka tak boleh menghalangi karyawan lainnya yang akan tetap bekerja. Jadi, sampaikan aspirasi itu dengan baik melalui saluran yang ada. Jangan anarkhis karena akan merugikan mereka dan orang banyak ikut kena dampak negatifnya,” jelas Bahtra.

Bekerja Untuk Keluarga

Seperti diketahui, ratusan Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina Patra Niaga Depo Plumpang, Jakarta Utara membantah akan melalukan aksi mogok pada tanggal 1 Nopember 2016 mendatang. Mereka niat bekerja untuk menghidupi keluarga dan bukan mencari musuh.

“Kami sepakat bekerja seperti biasa dan tidak akan ikut aksi,” kata Hendra Setiadi, satu perewakilan AMT di Pertamina Patra Niaga Jakarta.

Menurut Hendra, adanya rencana aksi mogok yang akan digelar pada 1 Nopember 2016 mendatang adalah tindakan oknum. Selama bergabung di AMT juga tidak mengenal Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FSBTI).

Hendra mengaku, pihaknya akan maksimal bekerja untuk mendistribusikan BBM ke Jabodetabek. “Kalau benar ada aksi mogok kerja, kami akan tetap bekerja sehingga pendistribusian BBM berjalan dengan baik,” tandas dia.(helmi)

loading...