Angkasa Pura 2

Polres Pelabuhan Priok Sita 120 Ton Pupuk Ilegal

Aksi PolisiKamis, 27 Oktober 2016
20161027_131933-1-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Polres Pelabuhan Tanjung Priok menyita 5 kontainer berisi 120 ton pupuk diduga ilegal merk ‘NPK dan 21 kg ganja siap edar.

Sementara dalam operasi cipta kondisi Polres setempat mengamankan 245 orang dan sembilan orang di antaranya dilanjutkan ke proses penyidikan karena terkait pelanggaran hukum. Sedang 236 lainnya dilakukan pembinaan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Hanny Hidayat Kamis (27/10/2016) mengatakan khusus kasus pupuk ilegal ditangkap dalam dua tahap.

Tahap pertama 10 Oktober ditangkap dua kontakner ukuran 20 feet berisi 48 ton pupuk ilegal di Pintu IX Pelabuhan Tanjung Priok.

Dari hasil pemeriksaan terhadap M, sopir trailer dan YM karyawan EMKL yang menangani pengangkutan barang tersebut, diketahui pupuk ilegal tersebut milik tersangka yang saat ini masih dalam penyelidikan.

Pupuk tersebut diproduksi di Sukabumi, Jabar rencananya akan dibawa ke Medan melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Kemudian 13 Oktober kembali ditangkap 3 kontainer 20 feet berisi 72 ton pupuk ilegal.Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi sopir kontainer (KSD, RSD dan SHD) serta ID karyawan EMKL diketahui pupuk tersebut mau dibawa ke Bengkulu melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Hanny Hidayat mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan terbukti tersangka (masih dalam lidik) memproduksi /mengedarkan / memperdagangkan pupuk tersebut tanpa izin sah dan komposisi yang tercantum pda label tidak sesusai dengan standar komposisi SNI yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

Barang bukti yang ditahan 5 unit truk trailer, lima kontakner beserta isinya (pupuk). Pelaku melanggar (primair)
pasal 106 jo pasal 24 ayat (1) dan pasal 113 jo pasal 57 ayat (2) UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Pelaku dibidik dengan pasal berlapis antara lain UU No3 tahun 2014, tentang Perindustrian, UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU No 12 Tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman dengan ancaman hukuman 5 tahun atau pidana denda Rp 5 miliar.

GANJA

Mengenai kasus ganja, Hanny Hidayat mengatakan 21 kg ganja diamankan petugas setelah ditinggal penumpang KM Kelud menjelang pemeriksaan barang melalui X – Ray, Juni lalu.

Selanjutnya 8 Oktober ditangkapkap tersangka DANU (17) di Kampung Bahari II, Tanjung Priok dengan barang bukti 1,65 kg ganja. Kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Jakarta Utara, kata Kasat Resnarkoba AKP A. Rian Faozi.

Kasat Reskrim AKP Dedi mengatakan sembilan dari 245 orang terjaring operasi cipta kondisi dilanjutkan ke penyidikan karena terlibat kasus pencurian, perjudian dan penggelapan . (wilam)